Kejaksaan Mulai Sentuh Kepala Desa Terkait Kasus Dugaan Pemotongan Anggaran Musrenbang Oleh Bappekab

Kejaksaan Negeri Jember mulai menyentuk kecamatan-kecamatan dalam penyelidikan kasus dugaan pemotongan anggaran yang dituduhkan kepada Badan Perencanaan Pembangunan Pemkab Jember. Senin siang, sedikitnya Enam Tim Kejaksaan Negeri Jember melakukan cek lapangan dibeberapa kecamatan, dimana di tempat tersebut telah dipanggil sampel 3 sampai 6 kepala desa untuk mengetahui kebenaran terjadinya dugaan pemotongan dana.

Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Jember Sigit Prabowo menuturkan, untuk melakukan penyelidikan atas kasus ini pihaknya telah membentuk 6 tim, yang bertugas melakukan kros cek sekaligus mengumpulkan data. Hari ini keenam tim sudah bergerak melakukan pemeriksaan di 6 kecamatan, diantaranya kecamatan bangsalsari, tanggul dan sumberbaru. Disana tim melakukan pemeriksaan secara acak terhadap sedikitnya 3 orang kepala desa.

Menurut Sigit, pemeriksaan awal ini menag sengaja diambil sample secara acak, untuk mengetahui secara pasti apakah benar terjadi pemotongan dana musrenbang oleh pihak bappekab. Jika ditemukan indikasi kuat terjadinya pemotongan, baru kejaksaan akan meningkatkan status kasus ini ke tahap penyidikan. Dalam tahap itulah seluruh kepala desa se Kabupaten Jember akan diperiksa satu persatu untuk melengkapi bukti-bukti. Sayangnya hari ini kejaksaan belum bisa menyimpulkan hasilnya, karena belum seluruh tim melaporkan hasil kerjanya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri Jember melalui Surat Perintah Jaksa Agung Muda Intelejen melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Bappekab Jember Mudhar Beserta 15 orang stafnya. Dia diperiksa terkait laporan LSM atas dugaan pemotongan anggaran SKPD sebesar 20 persen, pada tahun anggaran 2007 sampai 2008.

(778 views)
Tag: