Ratusan Pendemo Kembali Datangi DPRD Jember Untuk Temui Pimpinan

Ratusan Pendukung Bupati Non Aktif MZA Djalal senin siang memenuhi janjinya mendatangi gedung dewan, untuk bertemu Pimpinan DPRD Jember. Sayangnya untuk kesekian kalinya pengunjuk rasa harus pulang dengan kecewa, karena tidak ada satupun pimpinan dprd yang sedang berada dikantor.

Korlap aksi dari Asosiasi Kepala Desa Sugeng Budiono mengatakan, kehadirannya kegedung dewan mewakili Asosiasi Kepala Desa bersama aliansi Masyarakat Jember, ingin bertemu dengan Pimpinan Dprd untuk mengklarifikasi persoalan yang muncul.

Pihaknya sudah bebrpa kali datang ke gedung dewan, tetapi selalu tidak pernah berhasil menemui pimpinan. Mereka selalu saja ditemui anggota komisi dan sekretariat dprd, yang tidak memiliki kewenangan untuk menjawab persoalan yang kan mereka tanyakan. Diantaranya terkait kesepakatan sepihak pimpinan dewan bersama gubernur untuk menunjuk pj bupati, tanpa melibatkan Anggota DPRD Jember yang lain.

Karena saat menggelar aksi unjuk rasa kamis pekan lalu Komisi A dan sekretariat berjanji mempertemukan pengunjuk rasa dengan Pimpinan DPRD, hari ini mereka datang kembali untuk menagih janji tersebut.

Ketua Komisi A Dprd Jember Mohammad Jufreadi yang awalnya menyatakan menolak menemui pengunjuk rasa karena bukan menjadi kewenangan Komisi A, setelah komunikasi dengan aparat kepolisian akhirnya bersedia menemui. Kepada pengunjuk rasa jufreadi menjelaskan,  pihaknya sudah secara resmi mengirimkan surat dan menyampaikan aspirasi pengunjuk rasa hari kamis lalu. Tetapi sejauh ini belum ada tanggapan apapun dari pimpinan.

Berbeda dengan kamis lalu dimana pimpinan mendisposisi kepada Komisi A untuk menemui pengunjuk rasa, hari ini tidak ada selembar suratpun dari pimpinan yang memerintahkan Komisi A untuk bertemu pengunjuk rasa. Jufreadi juga sudah memerintahkan pendamping ke ruangan Pimpinan DPRD, ternyata tidak satupun yang berada di tempat.

Jufreadi juga menyesalkan sikap pimpinan yang selalu melempar tanggung jawab kepada Komisi A. Padahal persoalan yang menjadi materi tuntutan para pengunjuk rasa merupakan domain pimpinan, bukan menjadi domain Anggota Komisi A ataupun kamisi lainnya.

Sementara Sekretaris Dprd Jember Bambang Haryono memberikan keterangan, bahwa keempat Pimpinan DPRD Jember sebelumnya memang sudah menginformasikan kepadanya per telfon, bahwa ada kepentingan ke Surabaya. Bambang menduga kepentingan tersebut terkait agenda kegiatan partai, sebab sejauh ini tidak ada satupun undangan dinas yang masuk.

Setelah mendengarkan penjelasan Ketua Komisi A dan Sekretaris DPRD Jember, para pengunjuk rasa akhirnya bersedia meninggalkan gedung dewan setelah dijanjikan bahwa aspirasi mereka akan diteruskan kepada Pimpinan DPRD Jember. Bahkan Ketua Komisi A berjanji akan berupaya maksimal agar pimpinan dprd bersedia secepatnya menemui perwakilan pengunjuk rasa.

(768 views)
Tags: