Menguji Konsistensi Wakil Rakyat

Konsistensi wakil rakyat di Gedung DPRD Jember hari ini benar-benar diuji. Mengapa demikian? Masih segar dalam ingatan kita, beberapa waktu lalu ketua fraksi dan anggotanya menyatakan tidak akan memboikot pembahasan APBD Tahun 2011. Mereka adalah Ketua Fraksi Golkar Yudi Hartono, Ketua Fraksi An-Nur Agus Widiyanto dan Ketua Komisi C Dari Fraksi Pdi-P Indonesia Raya Mohammad Asir. Namun entah mengapa, dalam hitungan hari empat fraksi pendukung sepakat untuk memosi tidak percaya pimpinan, sekaligus dikabarkan akan memboikot pembahasan R-APBD tahun 2011.

Sungguh aneh memang, namun itulah realitas dunia politik, setiap menit atau bahkan tiap hitungan detik semua bisa berubah, tergantung kompromi yang dilakukan. Jika memang demikian persoalannya, apa sebenarnya yang mendasari perubahan sikap fraksi yang semula sepakat meneruskan pembahasan R-APBD? Kemudian mungkinkah sikap fraksi ini akan mengganggu jalannya pembahasan APBD di DPRD Jember?

Memang terasa aneh perubahan sikap tiga fraksi tersebut, sebab sebelumnnya kepada sejumlah media, seperti Ketua Fraksi Golkar Yudi Hartono, melalui pesan singkat yang dikirim kepada Kiss Fm mengatakan, ada tiga point penting yang disepakati oleh rapat pimpinan dan ketua fraksi, yang diantaranya sepakat untuk melanjutkan pembahasan R-APBD.

Bahkan pada saat dikonfirmasi oleh Kiss Fm sebelumnya, Yudi sendiri mengaku tidak akan memboikot penetapan R-Apbd. Saat itu dia berasalan jika apbd menyangkut 2 juta lebih masyarakat jember yang harus diselamatkan bersama oleh eksekutif dan legislatif. Hanya saja selang beberapa waktu kemudian, yudi menyatakan kekecewaannya terhadap empat pimpinan Dprd Jember, lantaran pada saat menghadap gubernur, pimpinan belum meminta persetujuan 50 anggota dewan.

Bahkan Wakil Ketua Dpd Golkar Jember itu memosi tidak percaya pimpinan dan meminta agar pimpinan turun dari jabatannya. Selain itu, sebagai konsekuensi logis mosi tersebut, fraksinya tidak akan menghadiri seluruh kegiatan di dewan termasuk pembahasan R-APBD tahun 2011.

Tak jauh berbeda dengan Yudi, ketua Fraksi Pdi-P Indonesia Raya, Bukri juga berpendapat sama. Bahkan Bukri mendesak agar seluruh Pimpinan Dprd Jember mundur dari jabatannya, lantaran terlah mengkhianati seluruh anggota dewan.

Sebagai konsekuensi logis sikap tersebut, dalam rapat apapun fraksi PDIP Indonesia Raya tidak akan menghadirinya. Kecuali rapat tersebut membahas persoalan surat mosi tidak percaya yang dilayangkan kepada pimpinan.

Pendapat bukri nampaknya agak bertentangan dengan pendapat Ketua Komisi C Mohammad Asir. Sebelumnya Asir mengatakan, ada PR besar yang harus diselesaikan bersama oleh legislatif maupun eksekutif, yakni penetapan apbd tahun 2011.

Bahkan kakak kandung wakil bupati non aktif itu menegaskan, pada saat pembahasan dan penetapan R-APBD, fraksinya tidak akan melakukan aksi boikot dan penolakan. Bagi Asir, justru anggota dewan yang akan melakukan aksi boikot tidak pernah belajar menghargai masyarakat jember.

Sementara Anggota Fraksi Keadilan Sejahtera Dprd Jember Syahroni mengatakan, sejak awal fraksinya tetap konsisten agar APBD tahun 2011 segera ditetapkan. Apalagi polemik pj sudah terjawab dengan hasil konsultasi ke kemendagri beberapa waktu lalu.  Untuk itulah kata Syahroni, pihaknya meminta kepada pimpinan dprd jember agar segera mengagendakan rapat banmus untuk menjadwal pembahasan apbd

Secara terpisah, Ketua Dprd Jember Saptono Yusuf meminta kepada seluruh fraksi di Dprd Jember agar konsisten terhadap hasil rapat pimpinan dan ketua fraksi beberapa waktu lalu. Ada tiga point yang menjadi kesepakatan, untuk menjawab polemik yang terjadi di jember.

Point yang sangat krusial adalah seluruh ketua fraksi yang hadir sepakat agar pembahasan apbd dilanjutkan. Selain itu melakukan konsultasi ke kemendagri dan meminta fatwa kepada mahkamah agung.

(963 views)
Tags: