PMII Kritisi 1 Tahun Pemerintahan SBY

Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia cabang Jember Rabu siang menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Jember memperingati 1 tahun pemerintahan SBY-Budiono. Mereka menuntut SBY-Budiono segera melakukan evaluasi terhadap kinerja kabinet Indonesia bersatu jilid II.

Ketua PMII cabang Jember Ahmad Sugiono mengatakan, PMII melihat pemerintahan SBY telah melakukan inkonsistensi terhadap proses pemberantasan korupsi. Bentuk inkonsistensi tersebut dengan jelas bisa dilihat dengan pemberian remisi terhadap narapidana korupsi, serta melemahkan KPK dengan cara mengkriminalisasikan pimpinan KPK sebagai satu-satunya institusi yang diharapkan mampu melakukan pemberantasan korupsi.

Hilangnya kasus century menurut Sugiono juga merupakan bukti ketidakseriusan SBY-Budiono untuk memberantas korupsi di Indonesia. Belum lagi lemahnya diplomasi terkait tapal batas NKRI, sehingga rakyat Indonesia merasa dilecehkan oleh Malaysia. Meski tidak menuntut SBY-Budiono mundur dari jabatannya, PMII mendesak SBY segera melakukan evaluasi total terhadap kabinet Indonesia bersatu jilid II yang dinilai telah gagal mengemban amanat rakyat.

Puluhan aktivis mahasiswa ini kemudian diterima 4 orang anggota DPRD Jember. Diantaranya Maman Sabariman dari Fraksi PDI Perjuangan Indonesia Raya, Marduwan dan Zainul Hasan dari Fraksi PKNU dan Abdul Ghofur dari Fraksi Amanat Nasional Nurani Rakyat.

Sempat terjadi adu mulut mahasiswa dengan Abdul Ghofur. Penyebabnya, Abdul Ghofur menolak memberikan komentar terkait aksi mahasiswa dengan alasan Partai Amanat Nasional memiliki wakil di DPRD-RI, sehingga kewenangan menyuarakan aspirasi rakyat di tingkat pusat menjadi kewenangan fraksi PAN di pusat. Puluhan mahasiswa ini kemudian meninggalkan gedung dewan setelah pernyataan sikap mereka di kirimkan melalui fax ke DPR-RI melalui DPRD Jember.

(1.122 views)
Tag: