Satu Lagi Keluarga Pasien Gizi Buruk Tidak Tercover Jamkesmas

Kedua orang tua Yovan, bocah penderita gizi buruk asal Tempurejo Selasa siang mendatangi komisi D DPRD Jember. Mereka meminta bantuan komisi D karena tidak mampu membiayai pengobatan putranya. Edi Winoto dan Samiwati, meski berasal dari keluarga sangat miskin ternyata tidak masuk dalam daftar penerima jamkesmas maupun jamkesda.

Samiwati ibu kandung Yovan menceritakan, awalnya Yovan pernah dibawa berobat kerumah sakit dengan dibiayai oleh mertuanya. Selama dua minggu di rawat di RSUD Subandi, sebuah sepeda motor dan sapi satu-satunya milik mertua Samiwati sudah dijual untuk biaya pengobatan. Hingga akhirnya Samiwati membawa anaknya pulang paksa dari rumah sakit.

Saat ini lanjut Samiwati, suaminya agak sedikit takut untuk membawa anaknya kerumah sakit. Sebab tidak ada lagi harta mereka yang bisa dijual untuk membayar rumah sakit. Tetapi setelah ada jaminan dari anggota DPRD Jember bahwa semua biaya akan digratiskan, hari ini juga Yovan akan dibawa kembali berobat ke rumah sakit.

Sementara wakil ketua komisi D DPRD Jember dokter Yuli Priyanto ketika dikonfirmasi mengatakan, setelah mendengar dari media peristiwa yang menimpa Yovan, dirinya langsung menghubungi pihak RSUD Subandi. Dari keterangan RSUD Subandi, diagnosa awal Yovan dinyatakan mengidap marasmik kuasiorkor atau gizi buruk dengan kelainan TBC.

Namun diagnosa penunjang belum sempat dilakukan karena masih tahap pemulihan, pasien sudah pulang paksa. Menurut dokter Yuli memang keluarga pasien tidak masuk database penerima jamkesmas. tetapi setelah berkoordinasi dengan direktur RSUD Subandi, pihak rumah sakit menunggu pasien dibawa kembali ke rumah sakit untuk pengobatan tanpa dipungut biaya sepeserpun. Bahkan untuk transportasi, makan dan minum keluarga yang menjaga akan dibantu.

Sebelumnya Yovan sempat menjjalani perawatan di RSUD Subandi sebagai pasien biasa. Namun setelah beberapa hari dirawat, biaya yang harus dibayar sangat mahal untuk ukuran orang tua Yovan apalagi sebagai pasien umum. Hingga akhirnya 17 September lalu orang tua Yovan membawa anaknya pulang paksa, karena tidak mampu membayar biaya rumah sakit selanjutnya. Kondisi Yovan sendiri saat ini sangat kurus dengan perut membuncit. Jangankan untuk bangun dari tempat tidur, untuk bersuarapun sudah sangat lemah hingga nyaris tidak terdengar.

(791 views)
Tag: