Mengawal Pengalokasian Sisa Dana Pemilu Kada Jember

Pelaksanaan Pemilu Kada Jember 2010 telah usai. Pesta demokrasi lima tahunan itu dalam APBD tahun 2010 dianggarkan sebesar 33 Miliar Rupiah, dengan perkiraan akan terjadi dua putaran. Dimana rinciannya 25 Miliar Rupiah untuk putaran pertama dan 8 Miliar Rupiah untuk putaran kedua. Namun dalam perjalanannya pelaksanaan Pemilu Kada hanya berjalan satu putaran saja. Itu artinya anggaran putaran kedua Pemilu Kada Jember belum tersentuh sama sekali. Sesuai mekanisme dana tersebut harus kembali ke Kas Daerah Jember. Terkait persoalan tersebut, akan dipergunakan untuk apa sisa alokasi dana Pemilu Kada Putaran Kedua? Kemudian bagaimana pula dewan mengawal sisa anggaran tersebut?

Alangkah lebih baiknya jika sisa dana Pemilu Kada putaran kedua, dialokasikan kepada kebutuhan yang sangat mendesak. Terutama yang berkaitan kepentingan masyarakat jember secara langsung, sebut misalkan untuk pendidikan kesehatan dan infrastruktur.

Untuk itulah sebaiknya pada saat pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah atau P-APBD tahun 2010, baik pemkab maupun dewan agar melakukan diskusi mendalam terkait pengalokasian sisa dana pemilu kada. Demikian ungkapan Ketua Fraksi Golongan Karya (Golkar) DPRD Jember Yudi Hartono.

Yudi berpendapat, sebaiknya sebelum memulai pembahasan P-APBD yang rencananya akan digelar oktober mendatang, baik dewan maupun pemkab menyiapkan beberapa program prioritas, yang akan dialokasikan pada saat P-APBD nanti.

Tak jauh berbeda dengan Yudi, Anggota Fraksi Keadilan Sejahtera yang juga Anggota Komisi D Ayong Syahroni mengatakan, saat ini pihaknya tengah mengintarisir dan mengklasifikasikan program yang akan diperjuangkan di P-APBD nanti.

Khusus untuk sisa dana Pemilu Kada menurut Ayong, pihaknya akan mendorong agar sebagian dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan ekonomi masyarakat, serta pro terhadap kepentingan masyarakat kurang mampu.

Selain itu pada saat pembahasan P-APBD nanti, Komisi D akan mendorong agar sisa dana pemilu kada tersebut, bisa digunakan untuk sektor pendidikan dan kebutuhan pelayanana masyarakat miskin.

Ayong tidak ingin, sisa dana Pemilu Kada putaran kedua sebesar 8 Miliar Rupiah tidak tepat sasaran dan dialokasikan kepada kebutuhan yang tidak terlalu mendesak seperti pengadaan alat-alat tulis kantor semua SKPD.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jember, Sugiarto sebelumnya mengatakan, sejak awal dirinya berharap agar pelaksanaan pemilu kada berjalan hanya satu putaran saja. Pasalnya dana yang dikeluarkan untuk pesta demokrasi lima tahunan itu sangat besar.

Sugiarto beralasan, jika pelaksanaan pemilu kada berjalan satu putaran, maka akan terjadi efiensi anggaran yang cukup besar yakni 8 miliar rupiah. Dana sebesar 8 miliar rupiah sangat berharga untuk kepentingan dan kebutuhan masyarakat secara langsung. Misalkan, untuk sektor pendidikan, kesehatan dan pelayanan public.

Secara terpisah Manager Persid Jember yang juga Ketua Komisi D Sunardi, berharap agar Persid Jember mendapat kucuran dana sebesar 3 miliar rupiah, untuk menyelenggarakan babak penyisihan grup wilayah timur divisi 1.

Politisi PPP itu optimistis, kebutuhan Persid sebesar 3 miliar rupiah akan terpenuhi. Untuk itulah pada saat proses P-APBD nanti dirinya akan mengupayakan dari dana sisa pelaksanaan pemilu kada jember.

(893 views)
Tags: