Diduga Terjadi Kecurangan 3 Pasanagn Cabup Tolak Hasil Pemilu Kada

3 pasangan calon bupati dan wakil bupati kecuali incumbent menyatakan menolak hasil pemilu kada Jember. Alasannya ketiga pasangan menduga terjadi kecurangan sistematis, baik saat proses sebelum dan saat pemungutan suara.

Dalam surat pernyataan yang dibacakan juru bicara ketiga pasangan cabup-cawabup Anasrul, tertanggal 9 Juli 2010 ketiga pasangan cabup-cawabup pemilu kada Jember menolak hasil pemilu kada, karena diduga terjadi kecurangan yang terstruktur dan sistematis untuk memenangkan incumbent.

Menurut Anas salah satu contoh yang paling nyata adalah ketidaknetralan PNS serta pengerahan massa yang dilakukan oleh kepala desa. Untuk itu lanjut Anas, persoalan pemilu kada Jember akan diajukan ke Mahkamah Konstitusi.

Wakil bupati Abdullah Syamsul Arifin mengatakan, persoalan ini bukan persoalan siap menang atau kalah. Tetapi pernyatan sikap ini sebagai proses pembelajaran politik kepada masyarakat. Sehingga proses politik pemilihan kepala daerah di Jember mendapat legitimasi kepada masyarakat. Dan Gus Aab juga mengaku berani menyatakan ini karena memilik bukti yang cukup kuat atas terjadinya indikasi kecurangan.

Sementara ketua KPU Kabupaten Jember Catty Tri Setyorini ketika dikonfirmasi per telfon mengatakan, jika ketiga calon merasa keberatan dengan hasil pemilu kada Jember, ada mekanisme yang mengaturnya. Yang jelas lanjut Catty, KPU kabupaten Jember melakukan seluruh tahapan pemilu kada sejak awal sudah sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.

Diberitakan sebelumnya, Syahroni koordinator dapil 5 tim pemenangan pasangan Bagong-Mahmud, menyatakan sejauh ini belum ada rencana mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Sebab lanjut Syahroni sekarang bukan saatnya mencari-cari kesalahan lawan politik. Siap menerima kekalahan dan dengan ksatria mengucapkan selamat kepada calon yang menang merupakan salah satu indikasi kematangan berpolitik.

(736 views)
Tags: