Belajar Dari Kerusuhan Pilkada Mojokerto, Polres Situbondo Backup Pengamana Pemilu Kada Jember

Tidak ingin kecolongan seperti yang terjadi di kabupaten Mojokerto, Polres Jember meminta bantuan personel dari Polres Situbondo dan Sat Brimob Polda Jatim untuk melakukan pengamanan pemilu kada 7 Juli mendatang. Dengan demikian total personil kepolisian yang akan diterjunkan mencapai 1200 orang.

Kepala Bagian Operasi Polres Jember Kompol Erik Hermawan mengatakan, selain persoalan kerusuhan Mojokerto, penambahan personel ini juga dilakukan menyusul keputusan KPU Kabupaten Jember menambah jumlah TPS. Dengan kerjasama yang baik dengan instansi samping seperti pemkab dan Kodim 0824 Jember, Erik yakin di Jember tidak akan terjadi kerusuhan besar seperti di Mojokerto.

Tetapi polisi sebagai penanggung jawab keamanan lanjut Erik, tidak ingin kecolongan. Semua kemunginan sekecil apapun akan diantisipasi. Daerah yang paling rawan menurut Erik berada di pusat kota, karena semua instansi pemerintah berada di pusat kota. Kemungkinan yang harus diantisipasi terjadinya protes-protes kecil dari pihak yang merasa tidak puas dengan hasil pemilu khususnya pasca penghitungan suara.

Lebih jauh Erik menerangkan, Selain berkonsentrasi melakukan pengamanan pemilu kada pihaknya juga tetap akan memperhatikan kemanan diluar isu politik. Sebab seperti persoalan tambang misalnya, meski tidak berkaitan langsung dengan politik tentu bisa dijadikan komiditas politik oleh pihak-pihak yang bekepentingan.

Yang tidak kalah penting menurut Erik, selain pengamanan terbuka yang dilakukan personel di lapangan dibutuhkan kejelian anggota intelkam untuk menangkap informasi secara dini. Sebab semua kejadian tidak mungkin lepas dari eskalasi. Jika eskalasi sudah mulai naik tingkat kewaspadaan perlu ditingkatkan dan bisa jadi harus ada tindakan antisipasi yang jelas.

(1,087 views)
Tags: