Menyorot Maraknya Atribut Cabup Di Kawasan Kota

Menjelang pelaksanaan Pemilu Kada Jember, gambar milik calon bupati dan wakil bupati jember semakin bertebaran saja. Khususnya di kawasan segi tiga emas atau kawasan kota, yakni Jalan Ahmad Yani, Jalan Trunojoyo, Jalan Gajah Mada, Dan Jalan Sultan Agung. Padahal sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Jember No 15 Tahun 2002, kawasan segitiga emas harus steril dari alat peraga kampanye. Terkait persoalan tersebut, bagaimana sikap kpu terkait maraknya gambar milik calon bupati di kawasan kota? Kemudian, bagaimana sikap panwaslu? Dan bagaimana pula sikap wakil rakyat ?

Sejak seminggu terakhir, gambar milik cabup dan cawabup semakin marak di kawasan segitiga emas. Padahal beberapa waktu lalu, KPU Kabupaten Jember menggelar rapat terpadu, dengan seluruh tim pemenangan calon. Dan salah satu agendanya, memperbincangkan persoalan atribut kampanye.

Menurut Anggota KPU Kabupaten Jember Divisi Hubungan Antar Lembaga, Gogot Cahyo Baskoro, semestinya kawasan segitiga emas steril dari segala bentuk atribut kampanye, sebab hal larangan tersebut tertuang di dalam perda.

Gogot menambahkan, sesuai rapat terpadu dengan tim pemenangan, semua telah sepakat untuk menertibkan atribut, khususnya yang melanggar undang-undang. Jadi untuk itulah, kpu berharap agar atribut yang melanggar agar segera ditertibkan oleh tim pemenangan, sesuai kesepakatan bersama.

Selain kawasan segitiga emas, atribut cabup dan cawabup juga di larang di letakkan di depan fasilitas umum, seperti lembaga pendidikan dan ibadah. Lalu di larang diletakkan di pohon-pohon, serta tiang listrik dan telfon.

Gogot berharap agar atribut yang melanggar undang-undang maupun perda, untuk segera ditertibkan, sebelum kpu dan aparat berwenang melakukan penertiban. Sebab aparat berwenang berhak menertibakan spanduk yang melanggar, meski tanpa koordinasi dengan tim pemenangan.

Sementara Anggota Panwaslu Kada Jember, M Syaifuddin sebelumnya mengatakan, sejauh ini panwaslu masih melakukan inventarisir beberapa persoalan, termasuk pelanggaran atribut milik cabup.

Kewenangan Panwaslu lanjut Syaifuddin, sifatnya hanya merekomendasikan kepada kpu terkait pelanggaran atribut. Persoalan penertiban ada di tangan kpu, untuk melakukan koordinasi dengan Satpol PP.

Meski demikian, sebagaimana keterangan di wesbsite bawaslu pusat, Panwaslu Kada Jember sudah mengirim surat peringatan, kepada seluruh pasasangan calon dan tim kampanye, untuk sesegera mungkin memindahkan atau menertibkan alat peraga kampanye yang telah terpasang di seluruh wilayah kabupaten jember.

Sementara itu, Anggota Pansus Pemilu Kada Jember, Ayub Junadi meminta kepada pihak berwenang untuk segera menertibkan spanduk milik semua cabup yang ada di bertebaran di kawasan kota.

Ayub yang juga tim pemenangan pasangan Guntur-Gus Aab menilai, penempatan atribut di kawasan kota melanggar Perda Jember. Selain itu, keindahan kota jember terganggu lantaran gambar-gambar tersebut.

Ayub menambahkan, pansus pemilu kada dalam waktu dekat, akan mengundang semua elemen yang berkepentingan dengan pemilu, untuk melakukan evaluasi serta menyampaikan keluhan dari masyarakat yang sudah masuk ke pansus.

(735 views)
Tags: