Ikatan Alumni PMII Beda Pendapat Soal Sikap PCNU

Setelah beberapa waktu lalu PCNU meminta PC PMII dan ketua PMII STAIN meminta maaf atas aksinya melakukan penurunan paksa spanduk pemenangan salah satu cabup, kini giliran ikatan alumni PMII mengeluarkan pernyataan sikap. Ternyata sikap ikatan alumni PMII bebeda dengan sikap ketua umum ikatan alumni PMII yang juga wakil ketua PCNU Nurhasan.

Dalam pernyataan sikap IKA PMII yang ditandatangani ketua Ahmad Taufik dan sekretaris Udie Suseno, IKA PMII menilai apa yang dilakukan PCNU dengan menegur keras aktivis PMII STAIN karena menyampaikan aspirasinya kepada ketua umum PBNU Said Agil Siraj  sebagai tindakan yang tidak dewasa dalam berdemokrasi.

Menurut Taufik seharusnya ormas terbesar PCNU bisa bersikap intelektual dan dewasa. Aksi mahasiswa yang dipicu rasa prihatin atas ketidaknetralan NU dan penggunaan fasilitas PCNU sebagai posko pemenangan calon bupati, bisa dipahami meski ada beberapa pihak yang merasa dirugikan. Justru dalam persoalan ini terlihat bahwa pengurus cabang NU perlu belajar lagi dalam berorganisasi dan berdemokrasi.

Jika PCNU menilai aksi mahasiswa ini merupakan gerakan yang tidak menunjukkan intelektualitas, Taufik justru menilai aksi mahasiswa merupakan nalar politik yang sangat waras dalam kondisi politik saat ini di tingkat local. Sebab sudah bukan pada tempatnya lagi fasilitas PCNU dipakai sebagai posko pemenangan cabup.

Sementara ketua umum ikatan alumni PMII yang juga wakil ketua PCNU Jember Nur Hasan saat dionfirmasi per telfon mengatakan, IKA PMII belum pernah melakukan pembahasan untuk menentukan sikap secara kelembagaan. Jika yang disampaikan Taufik merupakn pendapat pribadi, menurut Nurhasan itu merupakan hak masing-masing. Tetapi Nur Hasan keberatan jika sikap tersebut diklaim atas nama IKA PMII secara kelembagaan.

Nur Hasan justru mempertanyakan legalitas surat pernyataan sikap yang mengatasnamakan IKA PMII, apalagi surat tersebut berstempel basah. Sebab menurut Nur Hasan, stempel IKA PMII ada padanya. Dan saat mengelurkan surat tersebut dirinya sebagai ketua umum tidak pernah diajak berbicara.

Sebelumnya PCNU Jember memanggil ketua PC PMII Jember dan ketua PMII STAIN, terkait aksi PMII STAIN menurunkan paksa spanduk posko pemenangan salah satu cabup dan menghadang kendaraan ketua umum PBNU Said Agil Siraj untuk menyerahkan spanduk tersebut.

Dalam pertemuan tersebut ketua PC PMII Jember Abdurrahman secara kelembagaan meminta maaf atas tindakan PMII STAIN, dan menyatakn aksi PMII STAIN merupakan aki kultural bukan sebagai aksi structural. Dengan permintaan maaf ini PCNU Jember menganggap persoalan sudah selesai.

(1.291 views)
Tag: