BPK Peringatkan Calon Incumbent Untuk Berhati-Hati Menggunakan Dana Bansos

Anggota IV BPK RI Ali Masykur Musa memperingatkan calon kepala daerah khususnya incumbent untuk berhati-hati menggunakan dana bantuan social. Karena pengalaman sebelumnya, banyak calon incumbent tidak bisa mempertanggung jawabkan penggunaan dana bantuan sosial yang berasal dari APBN. Hal ini disampaikan Ali Masykur Musa dalam acara BPK goes to campus di Universitas Jember Kamis siang.

Ali masykur mengatakan, ada beberapa contoh yang saat ini sedang ditangani BPK. Diantaranya pemprov Kalimantan Timur dan Barat dengan nilai kerugian negara ditaksir mencapai 22 trilyun rupiah. Kasus serupa terjadi di Sumatera Utara dengan nilai kerugian negara mencapai ratusan milyar rupiah.

Menjelang pemilihan kepala daerah lanjut Ali, merupakan saat yang paling rawan terjadinya penyelewengan dana bantuan social. Calon bupati khususnya incumbent memiliki kewenangan untuk menyalurkan dana tersebut. Jangan sampai seolah menjadi sinterklas bagi masyarakat kecil, tetapi kemudian setelah terpilih nanti akan berurusan dengan kasus hukum.

Lebih jauh Ali Masykur menerangkan, BPK saat ini sangat strategis untuk upaya penyelamatan uang Negara. Saat ini BPK sudah memeriksa keuangan 542 wilayah, namun baru 9 diantaranya yang dinilai wajar. Sementara lainnya masih banyak persoalan.

Ali Masykur mengakui masih ada kelemahan khususnya dalam tindak lanjut hasil temuan BPK. Sehingga efektifitas pengembalian keuangan negara masih sangat rendah. Karena itu kedepan BPK berkomitmen menekankan upaya pengembalian keuangan negara yang menjadi tugas para audity.

(683 views)
Tag: