Jika Ada Kesepakatan Kedua Belah Pihak, Laporan Taufik Setyadi Bisa Dihentikan

Kasus dugaan penipuan yang dilaporkan bacabup Taufik Setyadi terhadap DPD PKS Jember bisa dihentikan jika ada kesepakatn dari kedua belah pihak dengan pertimbangan keamanan. Demikian disampaikan kasat reskrim polres Jember AKP Nur Hidayat Selasa siang. Tetapi karena masih dalam tahap penyelidikan prosedur penghentiannya bukan melalui SP3.

Menurut Nur Hidayat, polisi bertanggung jawab terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat, apalagi saat ini menjelang pelaksanaan pemilu kada yang sangat rawan konflik horizontal. Karena itu pihaknya sendiri berharap kasus antara Taufik Setyadi dan PKS ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.

Namun karena hingga saat ini kasus dugaan penipuan yang dilaporkan Taufik masih dalam tahap penyelidikan, proses penghentiannya tidak bisa melalui SP3. Tetapi harus melalui surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan atau SP2HP. Dalam surat tersebut akan disampaikan secara transparan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh penyidik. Sehingga kemudian penyidik juga menyampaikan pertimbangan-pertimbangan untuk penghentiannya. Dengan ini meski kasus diselesaikan secara kekeluargaan, penyidik bisa mempertanggungjawabkannya secara hukum.

Meski demikian lanjut Nur Hidayat, sejauh ini belum ada permintaan dari pelapor maupun terlapor untuk menghentikan proses penyelidikan. Penyidik sejauh ini baru menerima permintaan penundaan jadwal pemeriksaan dari terlapor yakni pengurus DPD PKS Jember dan tim 8, karena masih ada kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Sehingga penyidik akan melakukan penjadwalan ulang untuk meminta keterangan dari terlapor.

Diberitakan sebelumnya, bacabup Taufik Setyadi melaporkan pengurus DPD PKS Jember dan anggota tim 8, melakukan penipuan senilai 600 juta rupiah. Sebab Taufik yang mengaku telah memberikan uang kepada PKS dijanjikan akan mendapatkan rekomendasi PKS sebagai kompensasi. Tetapi ternyata sehari menjelang batas akhir pendaftaran bacabup ke KPUD, PKS memberikan rekomendasi kepada Bagong Sutrisnadi.

(704 views)
Tag: