Belasan Mahasiswa Desak Bupati Klarifikasi Pernyataannya

Belasan mahasiswa yang menamakan dirinya Himpunan Mahasiswa Cinta Rasul Jumat siang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pemkab Jember. Mereka menuntut bupati Jember MZA Djalal meminta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya dalam acara bedah potensi desa 28 April lalu, yang mereka anggap telah menghina nabi Muhammad.

Korlap aksi Mabrur Hasbullah mengatakan, tidak selayaknya seorang pemimpin seperti bupati mengatakan nabi Muhammad sombong, apalagi dikatakan dimuka public. Meskipun tujuannya baik tidak sepantasnya seorang bupati mengatakan kalimat tersebut.

Himpunan Mahasiswa Cinta Rosul menilai Jalal telah melakukan penodaan agama. Untuk itu Himpunan Mahasiswa Cinta Rosul akan menggalang tanda tangan sebagai dukungan untuk menyeret Jalal ke meja hijau.

Meski tujuan awal belasan mahasiswa ini untuk menemui bupati Jalal, mereka tidak berhasil menemui bupati di kantor pemkab. Mereka juga tidak berupaya menemui Jalal di pendopo bupati. Meski demikian mereka mendesak bupati segera meminta maaf kepada umat islam dan mengklarifikasi pernyataannya.

Sementara humas pemkab Jember Agus Slameto ketika dikonfirmasi membantah pernyataan bupati dalam acara bedah potensi desa menghina nabi Muhammad. Justru yang dikatakan bupati adalah mengambil tauladan nabi Muhammad yang selalu berbesar hati. Harapannya masyarakat Jember bisa berbesar hati dan bersemangat untuk meraih kesejahteraan seperti yang diharapkan.

Agus berharap semua pihak tidak mempolitisir pernyataan bupati yang justru membuat suasana menjadi panas, apalagi isu yang dikembangkan berbau Sara. Sebelumnya sudah ada kesepakatan bahwa semua pihak menahan diri untuk menciptakan suasana kondusif menjelang pemilu kada mendatang. Hendaknya lanjut Agus, komitmen ini tetap dijaga sehingga pemilu damai di Jember bisa terwujud.

(1.053 views)
Tag: