Melihat Tingkat Partisipasi Pemilih Pemula, Di Setiap Pelaksanaan Pemilihan Umum

Sejak beberapa waktu lalu, KPU Kabupaten Jember terus menggalakkan sosialisasi pelaksanaan Pemilu Kada kepada masyarakat. Mulai dari masyarakat yang berada di daerah pinggiran, sampai ke daerah perkotaan, tak terkecuali sosialisasi kepada pemilih pemula. Khusus untuk pemilih pemula, baru-baru ini KPU Kabupaten Jember menggelar sosialisasi di Madrasah Aliyah Nurul Qornain Sukowono. Bahkan untuk menarik perhatian siswa, PPK dan PPS setempat, mengadakan lomba cerdas cermat. Dimana seluruh pertanyaannya, menyangkut pelaksanaan pemilu kada. Terkait persoalan tersebut, Sejauh mana tingkat partisipasi pemilih pemula di setiap pelaksanaan pemilihan umum? Kemudian, bagaimana pandangan politisi terkait keberadaan pemilih pemula?

Data golput di KPU Kabupaten Jember di setiap pelaksanaan pemilu, selalu berubah-ubah. Namun khusus angka golput untuk pemilih pemula, selalu berada di kisaran 10 persen. Demikian ungkakapan Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jember, Hannan Kukuh Ratmono.

Menurut dia, kontribusi terhadap angka golput dari kalangan pemilih pemula cukup signifikan. Sehingga hal ini yang mendorong kpu, untuk terus melakukan sosialisasi khususnya kepada pemilih pemula.

Hannan menjelaskan, banyak faktor yang melatarbelakangi angka golput pemilih pemula sangat signifikan. Sebut misalkan, mereka memang enggan datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), untuk menyalurkan hak pilihnya. Kemudian bisa jadi pula, mereka enggan datang lantaran belum menemukan calon yang cocok.

Hanan berharap, apa yang dilakukan KPU dengan terus mensosialisasikan kepada masyarakat, khususnya pemilih pemula, tingkat partisipasinya pada pelaksanaan pencoblosan nanti akan meningkat.

Tidak jauh berbeda dengan Hanan, anggota kpu lainnya, Habib Mohammad Rohan mengatakan, berdasarkan hasil sosialiasi di beberapa tempat, sebagian besar pemilih pemula sudah memahami tehnis pencoblosan, hanya saja ada beberapa kesalahan tehnis yang mereka lakukan.

Misalkan lanjut Rohan, pada saat KPPS memberikan surat suara, mereka tidak pernah memeriksanya terlebih dahulu. Biasanya mereka langsung menuju bilik suara, padahal sesuai aturan, sebelum pemilih menuju bilik suara, semestinya surat suara tersebut dilihat terlebih dahulu, karena dikhawatirkan ada kerusakan, sehingga KPPS bisa menggantinya.

Rohan berharap, pada saat proses pencoblosan nanti, tingkat partisipasi pemilih pemula bisa mencapai 70 persen. KPU sendiri menargetkan, tingkat partisipasi masyarakat termasuk didalamnya pemilih pemula mencapai 80 persen.

Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Jember, Lukman Winarno berpendapat, pemilih pemula merupakan salah satu target partai politik dan calon, untuk mendulang suara. Sebab untuk memberikan pengarahan serta sosialisasi sangat mudah.

Lukman menjelaskan, sebenarnya di PDI Perjuangan, sudah terbentuk badan otonom atau organisai sayap kepemudaan, yang tujuannya untuk mewadahi generasi penerus, baik di tingkat pelajar maupun mahasiswa.

Lukman menargetkan, pada pelaksanaan Pemilu Kada mendatang, pasangan yang diusung PDIP dan koalisi, mampu meraih simpati di tingkat pemilih pemula. PDIP sendiri menargetkan, akan memperoleh 80 persen suara khusus dari pemilih pemula.

(1,082 views)
Tags: