Kadispendik Bantah Arahkan Guru Untuk Menangkan Incumbent

Kepala Dinas Pendidikan Jember Ahmad Sudiono membantah dirinya keliling menemui guru-guru di kecamatan-kecamatan untuk mengarahkan suara guru, agar mendukung pemenangan incumbent. Ahmad berkeliling hanya untuk mengklarifikasikan masalah yang selama ini muncul di kalangan guru.

Menurut Ahmad, dirinya berkeliling ke kecamatan-kecamatan untuk melakukan koordinasi dan sinkronisasi progam pendidikan. Sehingga guru-guru mendapatkan informasi yang sama tentang hasil pendidikan selama ini, dan progam yang harus dijalankan kedepan.

Selain itu Ahmad juga harus menjelaskan kepada semua guru bahwa tunjangan lauk-pauk bukan merupakan sesuatu yang wajib diberikan oleh pemerintah. Karena saat ini kondisi keuangan daerah masih sulit, untuk sementara waktu tunjangan lauk pauk dipending. Sebab masih banyak kebutuhan lain yang lebih urgent yang perlu mendapat anggaran.

Sebab dari 1,3 trilyun APBD Jember, 900 milyar diantaranya habis untuk gaji PNS termasuk 60 persen diantaranya guru. Jika masih meminta tunjangan lauk-pauk bisa-bisa APBD Jember habis hanya untuk gaji dan tunjangan PNS. Padahal sektor kesehatan, pertanian dan pembangunan juga masih sangat membutuhkan anggaran.

Ahmad berharap seteah mendapatkan penjelasan ini PNS khususnya guru bisa memahami kenapa tunjangan lauk pauk dipending untuk sementara waktu. Jangan sampai gara-gara tunjangan lauk pauk, kinerja guru di Jember menurun. Lebih parah lagi isu tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk membodohi guru.

(697 views)
Tags: