Gratiskan Biaya Pemeriksaan Cabup-Cawabup, RSUD Subandi Dinilai Sebagai Pahlawan Kesiangan

Meski awalnya direncanakan pihak RSUD Subandi mengenakan tarif hampir 4 juta rupiah per orang untuk pemeriksaan cabup-cawabup, ternyata RSUD Subandi menggratiskan seluruh biaya pemeriksaan. Ketua komisi A DPRD Jember menilai RSUD Subandi ingin menjadi pahlawan kesiangan.

Ketua tim dokter RSUD Subandi yg diberi tugas melakukan pemeriksaan cabup-cawabup dokter Bagas Kumoro mengatakan, dari 3 pasangan cabup-cawabup yang sudah menjalani pemeriksaan sejak Senin lalu, tidak ada yang membutuhkan pemeriksaan khusus atau lanjutan. Dengan demikian besar kemungkinan dari 3 pasangan cabup-cawabup tersebut tidak ditemukan kendala kesehatan yang berarti.

Mengenai biaya menurut Bagas, awalnya memang dengan asumsi pemeriksaan lengkap, tiap cabup dan cawabup akan dikenai biaya sebesar 4,8 juta rupiah sesuai dengan MoU antara RSUD Subandi dengan KPUD Jember. Namun dengan pertimbangan RSUD Subandi merupakan rumah sakit milik pemkab Jember, sehingga sudah selayaknya memberikan pelayanan dalam kegiatan pemerintah daerah. Yang terpenting menurut Bagas pihaknya memberikan pelayanan dulu, megenai biaya pengganti akan diberi oleh KPUD atau pemkab masih dalam pertimbangan.

Ketua komisi A DPRD Jember Mohammad Jufreadi justru menilai keputusan RSUD Subandi menggratiskan biaya pemeriksaan kesehatan cabup-cawabup merupakan keputusan pahlawan kesiangan. Padahal semua tahu bahwa RSUD Subandi saat ini dalam kondisi kesulitan keuangan.

Dalam persoalan ini menurut Jufreadi terjadi dua kali kesalahan. Yang pertama seharusnya seluruh biaya tahapan pemilu kada menjadi satu paket dalam hibah pemkab kepada KPUD senilai 25 milyar rupiah. Dan pemeriksaan kesehatan merupakan salah satu bagian yang tidak terpisahkan dari tahapan pemilu kada.

Kesalahan kedua jika memang sudah terlanjur ada MoU antara KPUD dan RSUD Subandi bahwa biaya ditanggung masingt-masing calon, seharusnya biarkan saja tetap berjalan seperti itu. Tetapi dengan mengambil kebijakan penggratisan kepada cabup-cawabup, RSUD Subandi justru mengambil kebijakan yang tidak populis. Sementara masih banyak masyarakat miskin yang kesulitan berobat ke RSUD Subandi karena tidak ada biaya.

Berbeda dengan Jufreadi, anggota fraksi PKS haji Ayonk justru berpendapat berbeda. Menurut Ayonk keputusan pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan gratis kepada cabup-cawabup sudah tepat. Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa pelaksanaan pemilu kada juga merupakan hajat pemkab jember. Sebagai rumah sakit milik pemerintah, sudah selayaknya RSUD Subandi mengambil kebijakan lokal untuk ikut serta mensukseskan pemilu kada.

(940 views)
Tags: