Merasa Diteror DPD PKS Jember Minta Perlindungan Hukum Kepolisian

Merasa di teror orang tak dikenal berpakaian seragam departemen kehutanan, sejumlah pengurus DPD PKS Jember dan anggota tim 8 dengan didampingi dua orang kuasa hukumnya meminta perlindungan polisi.

Kuasa hukum DPD PKS Jember Eko Setyo Cahyono menerangkan, sejak turunnya rekomendasi DPD PKS Jember kepada Bagong Sutrisnadi, hampir setiap hari kantor DPD PKS didatangi orang tak diundang. Beberapa diantaranya berpakaian seragam departemen kehutanan. Praktis kegiatan sehari-hari DPD PKS menjadi terganggu.

Kedatangannya ke polres menurut Eko, yang pertama untuk meminta perlindungan hokum. Karena selama ini pengurus DPD PKS merasa tidak nyaman berada di kantornya sendiri. Bahkan setelah digelar persoalannya nanti, Eko juga akan melihat kemungkinan dikembangkannya laporan ke arah pencemaran nama baik. Sebab baik tim 8 maupun DPD PKS tidak pernah merasa menerima uang dari Taufik Setyadi. Kemudian dimana uang Taufik yang 600 juta, menurut Eko menjadi kewenangan polisi untuk menanyakannya kepada pelapor.

Dibertitakan sebelumnya, bacabup Taufik Setyadi dipastikan gagal mendaftarkan diri ke KPUD Jember, karena PKS yang semua digadang-gandang akan mengusungnya ternyata memberikan rekomendasi untuk mendaftarkan Bagong Sutrisnadi.

Padahal Taufik mengaku sudah memberikan uang senilai 600 juta kepada tim 8 DPD PKS Jember, dengan janji rekomendasi akan diberikan kepadanya. Karena itu Rabu petang Taufik dengan didampingi kuasa hukumnya Mohammad Holili melaporkan ketua DPD PKS Jember dan anggota tim 8 ke mapolres Jember dengan tuduhan penipuan.

(988 views)
Tag: