Melihat Potensi Pemilu Kada Satu Putaran

Setidaknya ada 4 pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati, yang sudah mendaftarkan diri di KPU Kabupaten Jember. Mereka adalah, Pasangan Incumbent MZA Djalal-Kusen Andalas, Guntur Ariyadi-Abdullah Syamsul Arifin, Bagong Sutrisnadi-Mahmud, Dan Calon Perseorangan Mohammad Soleh-Dedi Iskandar. Tidak hanya itu saja, baik bakal calon maupun tim pemenangan, sudah mulai menebarkan klaim-klaim, dan optimisme akan memenangkan pertarungan Pemilu Kada. Bahkan, ada yang optimis Pemilu Kada hanya akan berjalan satu putaran saja. Terkait persoalan tersebut, mungkinkah pemilu kada akan berjalan satu putaran saja? Kemudian, bagaimana persiapan tim pemenangan masing-masing calon? Dan bagaimana pula pandangan pengamat?

Ialah Sekretaris Tim Pemenangan Pasangan Incumbent, Mohammad Jufriyadi, yang mengklaim akan memenangkan pertarungan Pemilu Kada hanya dengan satu putaran saja.

Jufri beralasan, Masyarakat Jember saat ini sudah tahu, seperti apa keberhasilan calon incumbent, selama memimpin jember selama lima tahun. Jadi kata dia, tidak mungkin Masyarakat Jember akan berpaling dari calon incumbent.

Tidak hanya itu saja, Menurut Ketua Fraksi PKNU itu, berdasarkan hasil survey internal, pasangan incumbent memperoleh suara sebesar 80 persen. Itu artinya, Pemilu Kada Jember hanya berjalan satu putaran saja.

Prediksi perolehan suara tersebut lanjut Jufri, sangat rasional. Sebab pada pilkada 2005 lalu, pasangan incumbent memperoleh suara sebesar 66 persen. Jadi sangat masuk akal jika perolehan suara incumbent bertambah, apalagi selama lima tahun, MZA Djalal sebagai bupati berhasil membangun jember.

Jika tim pemenangan calon incumbent, sangat yakin pemilu kada akan berjalan satu putaran, bagaimana dengan cabup yang lain?

Bakal calon bupati yang diusung Demokrat, PKB, Barnas, Dan PPD, Guntur Ariyadi mengatakan, sah-sah saja masing-masing tim pemenangan calon, mengklaim akan menang satu putaran. Hanya saja menurut Mantan Kapolda Maluku Utara ini, dalam dunia politik semuanya bisa berubah.

Guntur sendiri tidak mau berlebihan terkait berapa target perolehan suaranya. Yang penting, saat ini dirinya optimis akan memiliki peluang yang sama untuk menang. Guntur yakin, saat ini Masyarakat Jember sudah bisa menilai dan memilih, seperti apa sosok pemimpin mereka.

Sementara itu, Anggota Fraksi Keadilan Sejahtera DPRD Jember, Ayong Syahroni mengatakan, meskipun salah satu tim pemenangan calon, mengklaim akan memenangkan pemilu kada satu putaran, PKS bersama koalisi parpol non parlemen, tetap optimis akan berhasil mengantarkan pasangan bagong-mahmud, menjadi pemenang pemilu kada.

Itu lantaran lanjut Ayong, bagong merupakan sosok yang sangat dikenal oleh masyarakat. Apalagi hingga hari ini, bagong memiliki massa yang sangat solid di tingkatan akar rumput.

Tidak hanya itu, Fraksi PKS Di DPRD Jember, juga siap mengawal dan memenangkan bagong. Untuk itulah, dalam waktu dekat, seluruh anggota fraksi, akan memperkenalkan bagong kepada konstituen PKS di bawah./

Ketika ditanya persoalan yang saat ini melilit tubuh PKS, menurut Ayong, hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap kredibilitas PKS. Setiap pilihan kata politisi asal tanggul itu, pasti akan ada resikonya. PKS siap akan menghadapi setiap resiko dari sebuah keputusan.

Di konfirmasi terpisah, Pengamat Politik Universitas Jember, Ahmad Habibullah mengatakan, setiap calon bupati tetap mempunyai peluang yang sama, untuk memenangkan pertarungan pemilu kada.

Pemilu kada kata Habib tidak bisa disamakan dengan pemilu legislative. Pemilu kada merupakan moment politis, dimana masyarakat akan memilih seorang tokoh, untuk memimpinnya selama lima tahun kedepan. Habib yakin, meski proses pemungutan suara masih jauh, namun hari ini, masyarakat sudah mempunyai pilihan, siapa pemimpin yang akan mereka pilih.

Habib hanya berharap, agar semua calon maupun parpol pengusung calon bupati, memberikan pendidikan politik yang santun kepada masyarakat. Misalkan, memberikan dorongan kepada masyarakat, agar memilih figur pemimpin dengan pertimbangan kualitas, bukan pertimbangan pragmatis.

(827 views)
Tags: