Mencermati Mahalnya Biaya Pengurusan Paspor.

Kemarin, Komisi D DPRD Jember memanggil Kantor Imigrasi Jember. Pemanggilan tersebut, dikarenakan banyaknya keluhan dari masyarakat, terutama yang menjadi tenaga kerja di luar negeri, terkait mahalnya pembuatan passport. Tidak hanya itu saja, dalam hearing tersebut terungkap, di kantor imigrasi ternyata banyak biro jasa. Yang tugasnya membantu kantor imigrasi, ketika masyarakat akan membuat passport. Terkait persoalan tersebut, berapa sebenarnya biaya pembuatan pasport sesuai peraturan yang ada? Kemudian, mungkinkah mahalnya pembuatan passport, lantaran keberadaan biro jasa tersebut?

Tidak hanya satu atau dua kali saja, Komisi D mendapat keluhan dari masyarakat, terkait mahalnya biaya pembuatan paspor. Namun, hampir setiap anggota Komisi D, ketika turun ke bawah, mendapat keluhan yang sama. Demikian Ungkapan Anggota Komisi D DPRD Jember, Kholil Asyari.

Menurut Kholil, seharusnya pihak kantor imigrasi bersikap transparan kepada masyarakat, terkait besarnya biaya pengurusan paspor serta perinciannya. Misalkan, memasang pengumuman di sekitar kantor imigrasi.

Kholil juga mempertanyakan keberadaan biro jasa yang ada di kantor imigrasi. Itu lantaran, ketika masyarakat mengurus paspor melalui biro jasa, maka biayanya akan membengkak hingga 700 ribu bahkan 1 juta rupiah. Padahal biaya sebenarnya hanya 270 ribu rupiah.

Jika memang lanjut Kholil, keberadaan biro jasa diperbolehkan sesuai undang-undang, semestinya ada batasan tarif yang diberlakukan oleh kantor imigrasi, ketika pengurusan paspor melalui biro jasa. Misalkan maksimal 300 ribu rupiah.

Pendapat senada diungkapkan Anggota Komisi D lainnya, ayong syahroni. Menurut politisi PKS itu, semestinya pada saat jam dinas, di kantor imigrasi steril dari orang luar, seperti biro jasa tersebut.

Jika memang lanjut Ayong, keberadaan biro jasa tersebut diperbolehkan, maka kantor imigrasi juga membuat Standar Operasional Prosedur (SOP). Misalkan, mengenakan tarif maksimal paspor ketika melalui biro jasa, kemudian, tidak memperbolehkan biro jasa berkeliaran di kantornya, selama jam dinas.

Untuk itulah, dalam waktu dekat Komisi D akan menggelar sidak ke kantor imigrasi, memastikan apakah saran dari pihaknya sudah dijalankan atau tidak. Jika memang kantor imigasi masih saja membandel, Komisi D tidak akan segan-segan melaporkan hal ini kepada Departemen Hukum Dan HAM.

Menanggapi keberadaan biro jasa, Kepala Bagian Rumah Tangga Kantor Imigrasi Jember, Hari Agung mengatakan, keberadaan biro jasa di kantornya, sudah mendapat izin dari Depkumham.

Meski demikian lanjut Hari, pada saat proses pendaftaran, pihaknya menyeleksi secara selektif. Artinya, kantor imigrasi tidak asal comot, biro jasa yang akan diajak bekerjasama. Hari sendiri tidak setuju, jika biro jasa disebut sebagai calo, pasalnya secara kedinasan mereka diakui legalitasnya.

Sementara, Kepala Seksi Lalu Lintas Kantor Imigrasi Jember, Ardinis menjelaskan, sebenarnya untuk tarif pengurusan parpor wisata secara resmi hanya 270 ribu rupiah. Dengan perincian 200 ribu untuk biaya paspor, 55 ribu untuk foto dan 15 ribu rupiah untuk sidik jari.

Sedangkan untuk Paspor TKI hanya 120 ribu rupiah, dengan perincian 50 ribu biaya paspor 55 ribu biaya foto dan 15 ribu untuk sidik jari. Bahkan kata dia, per 13 januari 2010, khusus bagi TKI yang baru pertama kali akan berangkat keluar negeri, di bebaskan dari seluruh biaya apapun.`

(1,818 views)
Tags: