Melihat Kesiapan Pelaksanaan UASBN

Dalam waktu dekat, seluruh siswa tingkat Sekolah Dasar Di Jember, akan menghadapi pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN). Jika tidak mengalami perubahan, UASBN akan digelar pada tanggal 4 mei mendatang. Terkait persoalan tersebut, bagaimana kesiapan sekolah jelang pelaksanaan UASBN ? Kemudian, bagaimana pula target kelulusan Siswa SD di Jember?

Untuk menghadapi pelaksanaan UASBN, dinas pendidikan sedikitnya menggelar empat kali try out. Yakni try out tingkat sekolah, kecamatan, kabupaten dan provinsi. untuk persiapannya sudah dilakukan sejak november tahun lalu. Demikian Ungkapan Kepala Bidang TK/ SD Dinas Pendidikan Jember, Jumari.

Menurut dia, tidak hanya try out saja, dinas pendidikan juga melakukan beberapa terobosan, misalkan, terus melakukan pendalaman materi, pemecahan materi di tingkat sekolah. Sehingga pada saat menghadapi pelaksanan UASBN mereka tidak lagi kebingungan.

Jumari menambahkan, selain itu pihaknya juga akan menggelar tempaan rohani, seperti istighosah. Hanya saja waktunya, akan dilaksanakan sebelum pelaksanaan UASBN. Terkait hasil try out, Jumari masih enggan menyebutkannya, pasalnya, masih dalam proses penilaian.

Jumari menghimbau kepada orang tua, agar tidak perlu kawatir terhadap pelaksanaan UASBN. Sebab, sejauh ini sekolah dan guru, sudah berusaha semaksimal mungkin, mempersiapkan pelaksanaan UASBN. Misalkan dengan menggelar try out.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Jember, Ayong Syahroni mengatakan, untuk pelaksanaan UASBN, relatif tidak ada masalah. Itu lantaran, untuk pembuatan naskah soal ujian, lebih banyak diberikan kepada sekolah. Pemerintah pusat hanya membuat soal sebanyak 25 persen sedangkan sisanya 75 persen, diberikan kepada sekolah.

Hanya saja lanjut politis PKS itu, guru dan sekolah tetap tidak boleh menganggap remeh pelaksanaan UASBN, apalagi hasil UASBN SD di Jember, pernah terendah nomer dua di tingkat Provinsi Jawa Timur. Untuk itulah kata Ayong, dinas pendidikan dan sekolah, tetap harus menggelar persiapan uasbn dengan maksimal. Jangan sampai kata dia, hasil buruk tahun 2008 terulang kembali.

Ayong juga meminta kepada Pemkab Jember, khususnya dinas pendidikan, agar lebih memperhatikan kesejahteraan guru di pinggiran, sebab menurutnya, selama ini terutama guru sukwan, kesejahteraannya kurang terjamin.

Kemudian, harus ada pemerataan kualitas pendidikan. Seperti sarana prasarana memadai, dan peningkatan kualitas SDM tenaga pendidik. Sehingga kualitas pendidikan di semua sekolah, baik di kota maupun di pinggiran akan sama.

Ayong kawatir, jika hal ini tidak dilakukan, akan berdampak buruk kepada hasil UASBN nanti. Sebab keberadaan guru, sangat berpengaruh terhadap sukses atau tidaknya, muridnya pada saat menghadapi UASBN

(944 views)
Tag: