Mengantisipasi Masuknya Mitan Bersubsidi Dari Kota Lain

Pasca program konversi, atau peralihan bahan bakar minyak ke bahan bakar gas di jember selesai, minyak tanah yang selama ini disubsidi oleh pemerintah, akan ditarik dari lapangan. Itu artinya, pasca penarikan tersebut, mitan yang beredar di masyarakat, mitan non subsidi. Yang tentunya, harganya lebih mahal, diperkirakan mencapai 7 hingga 8 ribu rupiah. Hanya saja yang menjadi persoalan, meski mitan bersubsidi di jember sudah ditarik dari masyarakat, namun di lapangan, kabarnya masih terdapat mitan bersubsidi, dari kabupaten tetangga. Terkait persoalan tersebut, bagaimana hal ini bisa terjadi? Lalu, bagaimana sikap aparat kepolisian terhadap persoalan ini?

Masuknya mitan bersubsidi dari kabupaten tetangga, seperti lumajang dan bondowoso, sangat sulit untuk dipantau. Pasalnya, mitan bersubsidi tersebut diangkut menggunakan kendaraan tertutup. Demikian Ungkapan Wakil Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Dan Gas (Hiswana Migas) Jember, Beni Satriya.

Menurut dia, meski secara resmi mitan bersubsidi sudah ditarik dari peredaran, namun di lapangan, pihaknya masih saja mendapati mitan bersubsidi. Ternyata setelah dikroscek, mitan tersebut berasal dari kabupaten tetangga.

Beni mengaku, keberadaan mitan bersubsidi itu, menimbulkan kerugian yang sangat besar terhadap agen penjual. Padahal agen sendiri, ditargetkan dalam jangka waktu satu bulan, harus menghabiskan 30 kilo liter mitan non subsidi.

Tidak hanya itu saja, menurut Beni, sejauh ini masyarakat masih ragu untuk menggunakan mitan non subsidi. Itu lantaran, warna mitan tersebut agak keabu-abuan. Masyarakat mengira, mitan tersebut telah dicampur dengan solar, padahal, pemeritah memang sengaja membedakan warna mitan bersubsidi dan non subsidi.

Beni mengaku, pihaknya sudah melaporkan persoalan ini kepada pihak kepolisian. Beni berharap, agar kepolisian segera mengambil langkah, untuk mengantisipasi lebih banyaknya lagi mitan bersubsidi yang masuk ke jember.

Sementara, Kepala Polisi Resort (Kapolres) Jember, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Nasri mengaku, sudah mendapat laporan dari pengurus Hiswana Migas, terkait masuknya mitan bersubsidi di wilayah hukum Polres Jember.

Menurut Nasri, masuknya mitan berubsidi ke Wilayah Hukum Polres Jember, merupakan tindakan melanggar hukum, sebab saat ini, mitan yang boleh beredar di jember, mitan non subsidi.

Untuk itulah kata Nasri, dalam waktu dekat pihaknya akan segera melakukan koordinasi kembali dengan hiswana migas. Dan akan melakukan pendataan, seberapa besar mitan bersubsidi yang masuk ke jember dan jumlah agen mitan.

Lebih lanjut Nasri menerangkan, sebenarnya tidak hanya masuknya mitan bersubsidi saja yang menjadi pengawasan Polres Jember, keberadaan pupuk bersubsidi juga menjadi pengawasan pihaknya. Nasri menambahkan, untuk meminimalisir persoalan tersebut, Polres Jember juga akan sering mengadakan operasi di daerah tapal batas jember, seperti di daerah Kecamatan Jelbuk, dan Kecamatan Sumber Baru.

(810 views)
Tags: