Mungkinkah Calon Independent Akan Lolos Pada Pemilu Kada Mendatang ?

Pasangan calon bupati dan wakil bupati melalui jalur perseorangan, atau biasa disebut Independen, untuk lolos pada Pemilu Kada mendatang, rupanya tidak akan berjalan mulus. Meskipun dari sisi undang-undang memberikan peluang, namun di Jember, calon independent menghadapi batu sandungan. Salah satu batu sandungan itu, beberapa warga di Suger Kidul Kecamatan Jelbuk, mempersoalkan pencatutan namanya, dalam daftar dukungan terhadap calon independent. Jika memang demikian persoalannya, mengapa masyarakat mempersoalkan dukungan terhadap calon independen? Kemudian, mungkinkah dukungan yang diserahkan calon independent, terdapat data fiktif? Lalu, sejauh mana peluang calon independen pada pemilu kada mendatang?

Jika proses verifikasi dukungan terhadap calon independent, berjalan dengan mulus, besar kemungkinan, pemilu kada jember, akan diikuti oleh satu pasangan calon independent, yakni M Sholeh Dan Dedi Iskandar. Hanya saja, pada saat proses verifikasi dukungan berjalan, ada beberapa masyarakat yang mempersoalkan pencatutan namanya, dalam daftar dukungan yang diserahkan oleh calon independent.

Seperti yang dikatakan Bunarso, salah satu warga suger kidul. Menurut dia, ,selama ini dirinya tidak pernah, dihubungi atau bahkan didatangi, baik oleh calon independent maupun tim suksesnya.

Bunarso mengaku kaget, ketika Ketua PPS mendatanginya, untuk menanyakan kebenaran dukunganya, kepada calon independent. Setelah dikroscek di KPU, Bunarso memastikan dukungan tersebut palsu, sebab, selama ini dirinya tidak memberikan dukungan kepada calon independent.

Tidak hanya Bunarso saja yang merasa namanya dicatut, Ahmadi salah satu Warga Suger Kidul, juga mengaku sama. Menurut dia, tanda tangan miliknya telah dipalsulkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Tidak hanya itu saja, Ahmadi juga berencana akan menempuh jalur hokum, lantaran tanda tangannya telah dipalsukan, oleh pasangan calon independent.

Sementara bakal Calon Wakil Bupati Independent, Dedi Iskandar, membantah jika dirinya telah membuat dukungan fiktif, untuk melenggangkan dirinya dan mohammad soleh, maju dalam pertarungan pemilu kada.

Bisa saja lanjut dedi, dalam satu rumah terdapat 3 orang. Dimana, beberapa diantaranya mendukung, sementara beberapa yang lain tidak tahu bahwa KTP-nya juga diberikan untuk dukungan. Jika ini terjadi, Dedi mempersilahkan warga mengisi Form B-8 atau pernyataan menarik dukungan.

Terkait langkah hukum yang akan ditempuh oleh warga, dedi mengaku siap jika masyarakat akan menempuh jalur hokum. Dedi merasa, dukungan yang telah ia berikan kepada KPU, benar-benar valid.

Sedangkan untuk kasus KTP ganda seperti yang terjadi di suger kidul, menurut Dedi kemungkinan tim suksesnya tidak berkoordinasi dengan sesama tim sukses yang lain. Sehingga rumah warga yang sudah didatangi, didatangi lagi oleh tim sukses yang lain.

Ketua KPU Kabupaten Jember, Ketty Tri Setyorini menjelaskan, sejauh ini proses verifikasi dukungan terhadap calon independent masih berjalan. Memang kata ketty, di beberapa daerah sudah ada yang selesai, sebab, jumlah dukungan yang diverifikasi sangat minim. Namun di beberapa daerah, seperti di Kecamatan Puger, yang dukungannya sangat banyak, hingga hari ini masih berjalan.

Ketty menambahkan, verifikasi dukungan oleh PPS, dilakukan dengan cermat dan hati-hati. Ketty tidak ingin, proses verifikasi tersebut dilakukan dengan tergesa-gesa, sebab, moment pemilu sangat rawan terjadinya konflik.

Mengenai temuan pada saat proses verifikasi, menurut Ketty sangat bervariatif. Mulai dari, temuan KTP yang sudah tidak berlaku, sampai masyarakat yang meninggal masuk ke dalam dukungan.

Sementara, Pengamat Politik Universitas Jember, M Nur Hasan, mengatakan, jika memang pasangan calon independen benar-benar lolos pada saat Pemilu Kada, peluang untuk menang masih sangat minim.

Itu lantaran lanjut Nur Hasan, kemunculan calon independen menjadi sesuatu yang baru di jember. Jika dibandingkan dengan calon dari partai politik, Nur Hasan menilai, calon independent masih kalah popular.

Nur hasan berharap, khusunya kepada parpol maupun calon bupati, yang akan bertarung pada pemilu kada mendatang, harus memberikan pendidikan politik yang santun kepada masyarakat. Misalkan, memberikan dorongan kepada masyarakat agar memilih calon pemimpin, dengan pertimbangan kualitas, bukan karena pertimbangan pragmatis.

(974 views)
Tag: