Mungkinkah Bulan Berkunjung Ke Jember akan berlanjut ?

Setiap bulan agustus, Jember dipastikan akan ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Sejak tahun 2007 lalu, setiap bulan Agustus, Pemkab Jember menggelar event bernama Bulan Berkunjung Ke Jember (BBJ). Event BBJ, merupakan event tahunan yang digelar oleh Pemkab Jember, dalam rangka memperingati hari kemerdekaan republik Indonesia. Pada event tersebut, berbagai macam kegiatan digelar, seperti carnival, pameran produk unggulan jember, kebudayaan dan olahraga. Hanya yang menjadi persoalan, event BBJ pada tahun ini sepertinya akan menghadapi kendala. Pasalnya, bulan juli mendatang, pesta demokrasi lima tahunan, Pemilu Kepala Daerah akan digelar pada bulan juli. Terkait persoalan tersebut mungkinkah BBJ kembali akan diselenggarakan? Kemudian, bagaimana evaluasi dewan terhadap pelaksanaan BBJ ?.

Diharapkan dengan adanya event resmi milik Pemkab Jember ini, mampu menarik sejumlah investor untuk menanamkan modalnya di jember. Sebab pada event BBJ, semua potensi dan produk unggul jember akan dipamerkan.

Menurut Kepala Kantor Pariwisata Jember, Arif Cahyono, disamping dimensi ekonomi, event BBJ juga diharapkan mampu menggali potensi anak muda, khususnya di bidang olahraga.

Arif menambahkan, berdasarkan evaluasi di kantor pariwisata, pasca pelaksanaan BBJ, perekonomian di jember mulai menggeliat. Sebagai buktinya, perhotelan di jember mulai tumbuh, serta pusat oleh-oleh juga mulai menjamur. Dari sisi kunjungan Wisatawan Nusantara (Wisnu), dan Wisatawan Mancanegara (Wisman), mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Untuk wisman, mulai 2005 hingga 2010 sebanyak 3956, sedang wisnu 1 juta lebih.

Ketika ditanya, mengapa pelaksanaan BBJ tidak dilaksanakan pada hari ulang tahun Jember, menurut Arif, ada beberapa pertimbangan. Diantaranya, pada bulan agustus, ada dua kegiatan fenomenal, yakni Jember Fashion Carnaval (JFC) Dan Gerak Jalan Tanggul Jember Tradisional (Tajemtra). Sehingga darisinilah, setiap bulan agustus bupati memutuskan untuk menggelar event besar, kemudian alasan cuaca. Setiap hari ulang tahun Pemkab Jember, yang jatuh setiap tanggal 1 januari, selalu bertepatan dengan musim hujan.

Sementara Anggota Komisi B DPRD Jember, Thoif Zamroni menilai, BBJ sudah menjadi ikon jember, untuk menarik sejumlah wisatawan dari dalam maupun luar negeri. Jadi sudah sepatutnya, event tersebut dipertahankan.

Thoif menambahkan, meski tahun ini pelaksanaan BBJ akan bersamaan dengan pemilu kada, sebaiknya tetap digelar. Hanya saja, jangan sampai event bergengsi tersebut, dijadikan ajang kampanye oleh calon bupati.  Dia juga mendukung, meskipun jember mengalamai transisi kepemimpinan, BBJ harus tetap digelar, sebab, nilai positifnya jauh lebih besar, daripada nilai negatifnya.

Jika thoif menilai pelaksanaan BBJ mengandung nilai positif, tidak demikian dengan Sekretaris Komisi C DPRD Jember, Ayub Junaidi. Politisi PKB itu menilai, justru event BBJ tidak memberikan efek yang besar, terhadap peningkatan PAD Jember. Yang ada kata Ayub, BBJ terkesan mengahambur-hamburkan uang. Kemudian, pasca pelaksanaan BBJ, banyak fasilitas publik yang rusak seperti Stadion Notohadinegoro.

Ayub menyarankan, jika memang event tersebut ingin tetap dipertahankan, sebaiknya tidak digelar pada bulan agustus, sebab, di daerah lain juga menggelar kegiatan yang sama. Alangkah lebih baiknya, BBJ digelar pada saat ulang tahun jember.

(1,714 views)
Tags: