Melihat Perkembangan Sektor Pariwisata Di Jember

Sebagai salah satu penyokong Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jember, pembenahan di sektor pariwisata harus lebih ditingkatkan lagi. Apalagi saat ini, kabupaten jember sediktinya mempunyai 20 obyek wisata, seperti wisata pantai, pegunungan dan agrowisata. Jika obyek wisata tersebut terus dibenahi oleh Pemkab Jember, bukan tidak mungkin, Jember menjadi salah satu kawasan wisata yang akan didatangi oleh wisatawan nusantara mapun mancanegara. Terkait persoalan tersebut, Bagaimana perkembangan obyek pariwisata di jember? Kemudian, berapa banyak wisatawan yang telah datang ke jember? Dan bagaimana evaluasi dewan terhadap pariwisata di jember?

Potensi pariwisata di jember sebenarnya bisa lebih ditingkatkan lagi, terutama dari sisi pendapatannya. Berdasarkan hasil evaluasi Komisi B, harus ada sebuah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang khusus menangani sektor pariwisata. Demikian Ungkapan Ketua Komisi B DPRD Jember, Anang Murwanto.

Anang menambahkan, selama ini peran kantor pariwisata kurang maksimal. Kantor pariwisata hanya berperan sebagai promosi potensi pariwisata, sedang pendapatannya masuk di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda).

Semestinya lanjut politisi Partai Demokrat ini, jika memang sektor pariwisata di jember ingin lebih maksimal, maka harus dikelola dalam satu atap. Misalkan, membentuk SKPD baru dinas pariwisata.

Kemudian kata Anang, yang tak kalah penting, harus ada penambahan dan perbaikan infrastruktur di beberapa obyek wisata. Misalkan akses jalan, kemudian, fasilitas rekreasi dan lain sebagainya.

Tidak jauh beda dengan Anang, Ketua Komisi C DPRD Jember, Mohammad Asir mengatakan, kontribusi obyek pariwisata terhadap P-A-D ternyata masih sangat minim. Asir menyarankan, jika memang pemkab ingin lebih serius, menggarap sektor pariwisata, maka harus ditangani oleh satu SKPD, misalkan dinas pariwisata. Jadi semua persoalan pariwisata termasuk pendapatannya dikelola oleh dinas tersebut.

Asir mencontohkan, seperti di kabupaten bangle, pada saat pihaknya menggelar kunjungan kerja ke kota tersebut, semua urusan pariwisata ditangani oleh satu SKPD. Sehingga pengelolaan pariwisata bisa lebih maksimal.

Sementara Kepala Kantor Pariwisata Jember, Arif Tyahyono memandang, sebenarnya sah-sah saja, anggota dewan mengusulkan harus ada dinas khusus yang menangani urusan pariwisata.

Hanya saja bagi Arif, sebenarnya hal tersebut tidak terlalu urgen, sebab, saat ini yang terpenting, bagaimana sektor pariwisata di jember bisa lebih berkembang. Apalagi kata dia, dulu kantor pariwisata pernah menjadi sebuah dinas, dan ternyata masih kurang maksimal.

Lebih jauh arif menjelaskan, untuk retribusi dari sektor pariwisata, selama kurun waktu lima tahun terakhir mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Tidak hanya itu saja kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan nusantara (wisnu), juga mengalami peningkatan. Sejak tahun 2005 hingga tahun 2009, tercatat hampir 4 ribu wisman yang berkunjung ke jember sedangkan untuk wisnu tercatat 1 lebih datang ke jember.

Dari data tersebut kata Arif, masyarakat sudah bisa menilai, apakah keberadaan kantor pariwisata efektif atau tidak, untuk mengembangkan potensi pariwisata di jember.

(2.512 views)
Tag: