Indikasi Perpecahan Internal Parpol Jelang Pemilu Kada

Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Jember, memang masih lama. Hanya saja, sejak beberapa waktu lalu, suasana politik di Jember sudah mulai memanas. Proses dukung mendukung parpol kepada calon, juga semakin terbuka. Hanya saja yang menjadi persoalan, pada pelaksanaan pemilu kada inilah, soliditas internal partai politik di jember, benar-benar diuji. Dukungan yang diberikan parpol kepada salah satu calon, harus benar-benar diikuti oleh semua pengurus di bawah, bahkan tingkat konstituen. Terkait persoalan tersebut, mungkinkah keutuhan parpol akan terjaga pada Pemilu Kada? Kemudian, sejauh mana soliditas parpol jelang pemilu kada?

Soliditas partai jelang Pemilu Kada benar-benar diuji. Apalagi berdasarkan undang-undang pemilu, pada saat pendaftaran calon bupati dan wakil bupati kepada kpu, parpol tidak diwajibkan melampirkan rekomendasi dari DPP.

Sebagai pelaksanana pemilu, KPU Kabupaten Jember hanya mengakui rekomendasi dari pengurus partai kabupaten, sehingga dari sinilah,  besar kemungkinan, perbedaan rekomendasi dari dpp dan dpc bisa saja terjadi.

Seperti yang dipertanyakan oleh Ketua DPC Partai Gerindra Jember, Suharjito, pada saat pertemuan parpol dengan kpu, Suharjito mempertanyakan mengenai dasar hokum, diperbolehkannya dpc tidak melampirkan rekomendasi dari dpp maupun dpw.  Menurut dia, jika memang tidak diwajibkan melampirkan rekom dari dpp, dpc gerindra jember akan mengkoordinasikan hal itu, kepada dpp maupun dpw.

Saat ditanya wartawan, apakah besar kemungkinan, rekomendasi DPP Gerindra yang dikabarkan turun kepada Taufik Setyadi, akan berbeda dengan rekom dari DPC Jember, menurut Suharjito, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan tembusan dari dpp maupun dpw.

Sementara Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Gudfan Arief, justru menyatakan, berdasarkan rapat pleno yang dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra, Prabowo Subianto, memutuskan, untuk rekomendasi jember turun kepada Taufik Setyadi. Untuk DPC Gerindra Jember lanjut Gudfan, sudah diberikan surat tembusan. Jadi kata dia, sudah menjadi kewajiban, DPC Gerindra mendaftarkan taufik sebagai calon bupati.

Tidak hanya soliditas gerindra yang diuji, PAN-pun demikian. Memang secara resmi, rekomendasi dari PAN sudah turun kepada calon incumbent MZA Djalal-Kusen Andalas. Hanya saja, salah satu kadernya yang saat ini duduk di kursi dewan, Evi Lestari, dikabarkan akan maju dalam pertarungan pemilu kada mendatang.

Menurut Ketua Tim Pemenangan Pemilu Kada DPD PAN Jember, Rendra Wirawan, berdasarkan rapat pleno DPW PAN Jawa Timur, untuk pemilu kada mendatang, PAN akan mengusung duet incumbent. Jadi kata Rendra, sudah menjadi kewajiban bagi seluruh pengurus, baik daerah maupun tingkat bawah serta seluruh kader PAN mematuhi rekomendasi tersebut.

Jika memang lanjut Mantan Anggota DPRD Jember itu, ada kader PAN yang melakukan pembangkangan, terhadap rekomendasi tersebut, maka DPD PAN akan memberikan sanksi tegas.

Sementara itu, Evi Lestari yang digadang-gadang akan maju pada pemilu kada mendatang, tidak membantah jika berdasarkan rapat pleno DPD PAN Jember maupun Jawa Timur, pasangan incumbent mendapat dukungan terbanyak. Jadi kata dia, wajar saja apabila DPD PAN merekomendasikan calon incumbent. Evi memastikan, jika memang rekomendasi dari PAN turun kepada incumbent, dirinya akan mematuhi rekom tersebut, dan tidak akan melakukan inkonsistensi.

(860 views)
Tags: