Wacana Pembentukan Koalisi Baru Di DPRD Jember

Setelah hampir dipastikan, beberapa koalisi Partai Politik Di DPRD Jember, tidak dapat dipertahankan lagi, muncul wacana akan lahir koalisi baru di gedung DPRD Jember. Seperti yang telah diberitakan di awal, koalisi yang terancam pecah, diantaranya, PKB dengan PPP yang tergabung dalam Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), kemudian, PDI Perjuangan dan Gerindra, yang tergabung dalam Fraksi PDIP Indonesia Raya. Terkait persoalan ini, Jika dilihat dalam tata tertib dewan, sejauh mana peluang munculnya koalisi baru? Kemudian, bagaimana pandangan pengamat soal koalisi baru di DPRD Jember?

Persoalan perbedaan dukungan pada Pemilu Kada mendatang, rupanya menjadi faktor utama, pecahnya koalisi partai peroleh kursi di dewan. Sebut misalkan, PKB pada pemilu kada mendatang, hingga hari ini belum memastikan calon bupatinya, sedangkan PPP, sudah memastikan dukungannya kepada calon incumbent.

Hal serupa terjadi di tubuh Fraksi PDIP-Indonesia Raya. Dimana PDIP pada Pemilu Kada mendatang, memastikan akan mengusung duet incumbent. Sedangkan Gerindra, dikabarkan rekom dari DPP jatuh kepada Taufik Setyadi. Meskipun kabar tersebut dibantah oleh Ketua Umum DPC Gerindra Jember, Suharjito.

Menurut Ketua Fraksi Kebangkitan Nasional Ulama (FKNU) DPRD Jember, Mohammad Jufriyadi, sebenarnya pembentukan koalisi partai politik di DPRD, tergantung masing-masing kebijakan pengurus partai.

Namun, jika dilihat dari tata tertib dewan lanjut Jufriyadi, dirinya belum bisa memastikan, apakah peluang pembentukan fraksi baru masih terbuka atau tidak. Sebab pembahasan tata tertib dewan, baru akan dimulai besok pagi.

Ketika disinggung apakah FKNU masih membuka pintu koalisi, Jufriyadi juga belum bisa memastikan hal tersebut. Menurut dia, pembentukan koalisi di DPRD Jember, menjadi kewenangan penuh partai politik bukan kewenangan fraksi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jember, Dari Unsur Fraksi PDIP-Indonesia Raya, Lukman Winarno mengaku, sejauh ini PDIP masih belum mengetahui rekomendasi dari DPP Gerindra, jatuh kepada siapa.

Jadi kata Lukman, tidak ada yang perlu dipersoalkan mengenai koalisi. PDIP masih khusnudzon kepada Gerindra, dan masih berharap agar rekomendasi Gerindra, sejalan dengan PDIP. Namun jika kabar tersebut benar adanya, tentu, PDIP akan menggelar rapat evaluasi mengenai koalisi dengan Gerindra.

Dikonfirmasi terpisah, Pengamat Politik Universitas Jember, Ahmad Habibullah mengatakan, sejak awal dirinya sudah memprediksikan, koalisi Partai di DPRD Jember tidak akan bertahan lama.

Mengapa demikian? Menurut Habib, koalisi partai bisa terbentuk, ketika mempunyai kepentingan dan kebutuhan yang sama. Jadi kata dia, menjadi wajar pada saat pelaksanaan pemilu kada, masa depan koalisi partai di dewan semakin suram, atau rawan pecah.

Habib menilai, kepentingan koalisi parpol hanya mengarah, kepada pragmatisme belaka. Persoalan kepentingan rakyat, masih terkalahkan dengan kepentingan partai. Habib memprediksikan, pasca pelaksanaan Pemilu Kada, besar kemungkinan, akan lahir koalisi baru. Namun Habib belum bisa menyebut, partai apa yang akan membentuk koalisi baru, sebab, masing-masing partai mempunyai kepentingan berbeda.

(720 views)
Tags: