Pengikut Aliran Tharekat Qodariyah Nyaris Dibakar Massa

Enam orang pengikut aliran tharekat di kecamatan Mumbulsari nyaris dibakar massa, karena dinilai menyabarkan aliran sesat kepada warga setempat. Untungnya aksi main hakim sendiri ini berhasil digagalkan aparat kepolisian dan pemuka agama setempat. Sehingga untuk menghindari aksi massa yang jauh lebih besar keenam pengikut aliran tharekat tersebut saat ini diamankan dimapolres Jember.

Sidiq Munawirudin ketua MUI Mumbulsari mengatakan, pengikut aliran tharekat mengajarkan cara beribadah yang berbeda dengan ajaran islam pada umumnya. Mereka berpendapat sholat dan puasa tidak perlu dilakukan. Dan yang lebih membuat masyarakat marah, mereka menganggap al qur’an sama dengan buku atau koran biasa. Sehingga meski diduduki tidak berdosa. Pemahaman nyleneh inilah yang kemudian membuat warga marah.

Takmir masjid Raudhatul Mutaqin Mumbulsari Abdurahman menerangkan, pihaknya sudah agak lama mendengar adanya aliran tarekat tersebut. Untuk itu pihak takmir beserta muspika berinisiatif mengundang para pengikut tharekat qodariyah untuk berdialog di masjid raudhatul mustaqin.

Diharapkan dalam dialog tersebut mendapat titik temu antara ajaran yang biasa dianut masyarakat setempat dengan penganut tharekat. Sehingga apa yang dianggap salah bisa segera diluruskan sebelum membuat masyarakat semakin resah. Tetapi tanpa disangka, sebelum dialog dimulai ratusan warga mendatangi masjid berniat menghakimi keenam penganut aliran tharekat.

Sementara kapolres Jember AKBP Nasri saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya untuk sementara mengamankan para penganut ajaran tharekat ini dimapolres Jember, untuk mengamankan mereka dari amuk massa. Selanjutnya polres akan berkoordinasi dengan MUI dan pihak pemkab yang memang memiliki wadah tersendiri untuk menangani persoalan seperti ini.

(1.590 views)
Tag: