Panen Raya Di Tengah Musim Penghujan

Para Petani Di Jember sudah memulai panen. Namun puncaknya atau panen raya, masih diperkirakan terjadi pada awal bulan hingga akhir bulan Maret mendatang. Biasanya pula, pada saat memasuki musim panen, harga beras akan kembali mengalami penurunan. Terkait persoalan ini, memasuki masa panen, bagaimana ketersediaan beras di Jember? Kemudian, bagaimana pula harga gabah beras jelang masa panen raya? Lalu, akankah pada panen raya harga gabah akan mengalami penurunan, mengingat saat ini masih dalam musim penghujan?

Untuk sementara, harga gabah kering panen sekitar 2600 sampai 2700 Rupiah. Hanya saja, seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang musim panen raya, harga tersebut turun menjadi 2400 bahkan 2300 rupiah. Demikian ungkapan Koordinator Forum Komunikasi Petani Jember, Jumantoro.

Jumantoro berharap, pada musim panen raya, harga tersebut tetap stabil. Sehingga petani bisa merasakan keuntungan, bukan malah sebaliknya. Selama ini petani selalu resah dengan harga gabah, apalagi jelang musim panen raya, ditambah musim panen kali ini, berbarengan dengan musim penghujan.

Jumantoro menyarankan, jika petani ingin lebih maksimal hasil pertaniannya, sebaiknya mereka tidak menjual gabah tersebut dalam bentuk mentah. Alangkah lebih baiiknya, gabah tersebut dijual dalam bentuk beras.

Kemudian yang tidak kalah penting, kelompok tani harus memaksimalkan perannya. Terutama pemberdayaan untuk petani. Misalkan, menyediakan gilingan sendiri di masing-masing kelompok tani.

Jumantoro memprediksikan, ada awal hingga akhr bulan maret mendatang musim panen akan terjadi. Setidaknya kata dia, sejak sekarang pengurus kelompok tani, mulai mensosialisaikan kepada petani, agar menjual gabahnya dalam bentuk beras, sebab hasilnya akan lebih besar.

Sementara Wakil Kepala Bulog Jember, Subali Agung Gunawan, menjelaskan, meski saat ini belum memasuki musim penen raya, secara umum stock beras di jember, dipastikan aman hingga enam bulan kedepan. Saat ini lanjut agung, stock beras di bulog mencapai 18.897 ton, dengan asumsi penyaluran beras per bulan mencapai 3000 ton lebih.

Agung menambahkan, pada saat musim panen mendatang, bulog menargetkan dapat mengisi stock beras di gudang sekitar 55.000 ton. Hanya saja stok tersebut dinamis, artinya masih bisa berubah. Jika lanjut agung, hasil panen petani bagus, maka tidak menutup kemungkinan, bulog jember akan meminta tambahan stock tambahan kepada bulog pusat.

Meski demikian kata dia, dari tahun ke tahun pengadaan beras bulog di jember mengalami penurunan. Itu lantaran, bulog mengukur secara nasional. Pengadaan terbesar terjadi tahun 2008 yakni sekitar 208 ribu ton, tahun 2009 sebesar 88 ribu ton dan tahun 2010 sebesar 55 ribu ton.

(876 views)
Tags: