Imbas Belum Cairnya Anggaran Pemilu Kada.

Meski tahapan pelaksanaan Pemilu Kada telah berjalan, namun hingga hari ini, KPU Kabupaten Jember tak kunjung mendapatkan kucuran dan untuk pelaksanaan pemilu kada. Padahal, APBD Jember tahun 2010, telah menganggarkan dana untuk pelaksanaan Pemilu Kada, sebesar 33 Miliar Rupiah. Dengan asumsi Pemilu Kada Jember terjadi dua putaran. Putaran pertama 25 Miliar Rupiah dan Putaran Kedua 5 Miliar Rupiah. Jika memang demikian persoalannya, pertanyaannya adalah, mengapa hal tersebut bisa terjadi? Kemudian, bagaimana dampak belum dicairkannya anggaran tersebut?

Tahapan Pemilu Kada Jember, resmi telah di lounching oleh KPU Kabupaten Jember, sejak tanggal 7 Januari lalu. Dimana untuk tahapan pertama, KPU menggelar rekrutmen PPK, lalu disusul dengan PPS.

Anggota KPU Kabupaten Jember, Divisi Hubungan Antar Lembaga, Gogot Cahyo Baskoro menjelaskan, sebenarnya KPU sudah mengajukan proses pencairan anggaran tersebut kepada pihak Pemkab Jember.

Hanya saja lanjut Gogot, sejauh ini belum ada kepastian, kapan anggaran bisa dicairkan. Padahal sejak lounching tahapan kemarin, KPU sudah mempunyai hutang sekitar 300 juta lebih.

Gogot kawatir, jika sampai awal Maret anggaran Pemilu Kada belum bisa dicairkan, maka jelas akan berdampak kepada mandeknya tahapan pelaksanaan Pemilu Kada, sebab menurut dia, pada awal bulan maret, kpu harus membayar honorarium bagi PPK dan PPS.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Jember MZA Djalal sebelumnya mengatakan, jika dibandingkan dengan 18 kabupaten kota Se-Jawa Timur, Kabupaten Jember paling siap untuk menggelar Pemilu Kada. Terbukti kata dia, pada bulan November tahun lalu, APBD Jember tahun 2010 sudah disahkan.

Dimana lanjut Djalal, demi mensukseskan pelaksanaan Pemilu Kada, Pemkab menganggarkan sebesar 33 Miliar Rupiah, dengan asumsi dua putaran. 25 Miliar Rupiah untuk putaran pertama dan 8 Miliar Rupiah untuk putaran kedua.

Djalal menambahkan, pihaknya menyadari jika kpu merasa kerepotan untuk mencairkan dana Pemilu Kada, sebab anggota kpu bukan orang birokrasi. Banyak mekanisme yang harus dilalui, terkait pencairan dana hibah untuk pelaksanaan pemilu kada.

Hanya saja menurut Djalal, dirinya sebagai kepala daerah, sudah menginstruksikan kepada jajaran di bawahnya, agar segera mencairkan dana tersebut. Agar proses dan tahapan di kpu berjalan dengan maksimal. Terkait pencairan anggarannya kata Djalal, disesuaikan dengan kebutuhan di kpu. Jadi anggaran yang bisa dicairkan hanya untuk kebutuhan tahap pertama.

Djalal juga berharap, agar pelaksanaan pemilu kada berlangsung dengan aman dan tertib, serta masyarakat bisa menggunakan hak pilihnya secara langsung sesuai dengan hati nuraninya.

(971 views)
Tag: