Imbas Pengurangan TPS Pada Pelaksanaan Pemilu Kada

Tidak hanya kegiatan sosialisasi saja yang akan berkurang pada pelaksanaan Pemilu Kada mendatang, namun untuk jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS), juga akan mengalami pengurangan. Hal ini disebabkan, alokasi dana yang dianggarkan oleh Pemkab Jember jumlahnya dinilai masih minim. Terkait persoalan ini, bagaimana imbas dari pengurangan TPS pada Pemilu Kada mendatang? Akankah pengurangan tersebut berimbas kepada tingkat partisipasi pemilih? Bagaimana evaluasi dewan?

Ada kekhawatiran besar, ketika TPS jumlahnya dikurangi tingkat partisipasi masyarakat akan semakin berkurang, sebab, jarak antara tps ke pemukiman masyarakat akan semakin jauh. Demikian ungkapan, Anggota KPU Kabupaten Jember, Divisi Hubungan Antar Lembaga, Gogot Cahyo Baskoro.

Menurut dia, kpu menyadari jika anggaran APBD Jember hanya mampu mengalokasikan 25 miliar untuk tahapan pertama. Untuk itulah, kpu melakukan beberapa upaya agar dana yang telah dianggarkan mencukupi selama pelaksanaan pemilu kada.

Salah satunya lanjut Gogot, TPS yang pada awalnya berjumlah 4906, berkurang menjadi 3614, atau menyusut sekitar 1300 lebih tps. Memang kata dia, sebelum diputuskan mengurangi jumlah tps, ada dua alternative. Salah satunya akan mengurangi honorarium PPK dan PPS. Namun alternatif tersebut tidak setujui, pasalnya beban kerja pelaksana pemilu di bawah sangat berat.

Gogot menambahkan, pihaknya kawatir, dengan kebijakan pengurangan tps, tingkat partisipasi masyarakat akan semakin menurun, sebab jarak tps dengan rumah warga akan semakin jauh. Untuk itulah kata Gogot pihaknya meminta bantuan kepada Pemkab Jember, partai politik, calon bupati, ormas, turut berperan aktif mensosialisasikan pelaksanaan pemilu.

Sementara Ketua Fraksi Golkar DPRD Jember, Yudi Hartono mengatakan, pengurangan anggaran sebenarnya tidak ada tujuan menghambat pelaksanaan Pemilu Kada. Banyak kebutuhan mendasar, yang juga harus diperhatikan oleh Pemkab Dan DPRD Jember.

Yudi menilai, pengurangan jumlah TPS sangat rasional, sebab wajar sekali jika kpu mengambil alternatif tersebut. Terkait kekhawatiran menurunnya tingkat partisipasi masyarakat untuk datang ke tps, menurut Yudi, hal itu tidak akan terjadi. Masyarakat saat ini sudah sangat cerdas. Tinggal bagaimana kpu dan seluruh elemen yang berkepentingan dengan pemilu kada, melakukan sosialisasi dengan maksimal.

Tidak jauh berbeda dengan Yudi, Anggota Fraksi Keadilan Sejahtera (FKS), Ayong Syahroni mengapresiasi pilihan yang diambil kpu. Hanya saja kpu harus tetap profesional dan proporsional. Mengenai kekhawatiran menurunnya tingkat partisipasi masyarakat, menurut Ayong, hal tersebut tidak akan terjadi. Apalagi parpol dan calon bupati mempunyai kepentingan yang sama dengan kpu, untuk mensukseskan pemilu kada.

PKS sendiri lanjut Ayong, juga akan melakukan sosialisasi, serta akan memberikan pendidikan politik yang santun kepada masyarakat, sebab menurutnya, tingkat pragmatisme di masyarakat sudah sangat tinggi.

Ayong menambahkan, PKS akan berupaya semaksimal mungkin, untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat terhadap bahaya money politik. Jangan sampai kata dia, hanya demi selembar rupiah, proses 5 detik pencoblosan di bilik suara, akan berdampak terhadap keberlangsungan jember 5 tahun kedepan.

(1.219 views)
Tag: