Pemilu Kada Di Tengah Minimnya Anggaran

Anggaran untuk Pemilu Kepala Daerah (Pemilu Kada) sudah disahkan. Untuk pelaksanaan Pemilu Kada, APBD Jember Tahun 2010 menganggarkan sebesar 33 Miliar Rupiah. Anggaran tersebut, diperuntukkan untuk pelaksanaan pemilu kada dengan asumsi 2 putaran. Dimana putaran pertama sebesar 25 Miliar Rupiah, sedangkan untuk putaran kedua sebesar 8 Miliar Rupiah. Hanya saja yang menjadi persoalan, jika mengacu kepada pilgub putaran pertama lalu, KPU Kabupaten Jember membutuhkan dana sebesar 28 miliar rupiah. Terkait persoalan ini, bagaimana KPU Kabupaten Jember menyiasati pelaksanaan Pemilu Kada di tengah minimnya anggaran? Lalu, apa yang menjadi alasan, anggaran untuk pelaksanaan Pemilu Kada dikurangi? Kemudian, adakah efek dari pengurangan anggaran tersebut?

Beberapa waktu lalu, KPU Kabupaten Jember sudah melakukan pengajuan pencairan anggaran Pemilu Kada untuk putaran pertama. Paling tidak, akhir Bulan Februari, anggaran tersebut sudah bisa digunakan. Demikian Ungkapan Ketua KPU Kabupaten Jember, Ketty Tri Setyorini.

Menurut Ketty, jika mengacu pengalaman pemilu sebelumnya, seperti pilgub, pilpres, KPU Kabupaten Jember membutuhkan dana sebesar 28 miliar rupiah, dengan asumsi akan ada putaran kedua.

Ketty menambahkan, dengan ditetapkannya anggaran sebesar 25 Miliar Rupiah untuk putaran pertama, mau tidak mau, kpu harus mengurangi beberapa volume kegiatan. Seperti sosialisasi, kemudian pengurangan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Lebih lanjut Ketty menjelaskan, putaran kedua bisa saja terjadi, apabila calon yang maju lebih dari dua orang, kemudian, jika memang akan ada putaran kedua, anggaran yang tersedia sebesar 8 miliar, jelas tidak akan mencukupi.

Untuk itulah kata Ketty, jika memang terjadi putaran kedua, pihaknya akan mengajukan penambahan anggaran kepada Pemkab Jember. Meski demikian, Ketty berharap agar putaran kedua tidak akan terjadi, sebab menurutnya, sisa anggaran sebesar 8 miliar bisa diperuntukkan untuk Pembangunan Jember.

Sementara, Wakil Bupati Jember, Kusen Andalas menjelaskan, Pemkab Jember sengaja menekan seminimal mungkin anggaran untuk pelaksanaan pemilu kada, sebab menurut dia, masih banyak kebutuhan yang harus diperhatikan oleh pemkab. Kusen mencontohkan, untuk kebutuhan pembangunan jember, kemudian, pasien miskin, serta kebutuhan lain, yang langsung bersentuhan dengan masyarakat menjadi skala prioritas Pemkab Jember.

Kusen menambahkan, meski anggaran minim pihaknya masih optimis pelaksanaan pemilu kada akan berjalan dengan maksimal. Terbukti kata dia, hingga hari ini belum ada kendala mengenai tahapan pemilu.

Dikonfirmasi terpisah, salah satu anggota Badan Anggaran DPRD Jember, Sumpono menjelaskanm, APBD Jember tahun 2010 banyak tersedot untuk kebutuhan langsung, seperti pelaksanaan pemilu kada, alokasi dana desa, dan gaji ke-13 pns.

Sumpono menambahkan, pada awalnya kpu mengajukan anggaran untuk pemilu kada sebesar 52 miliar rupiah. Namun setelah melalui pembahasan di tim gabungan, Pemkab Dan DPRD Jember, anggaran untuk pemilu kada disetujui sebesar 33 miliar rupiah.

Dijelaskan, banyak pertimbangan mengapa terjadi efisiensi anggaran untuk pemilu kada. Salah satunya, ada kebutuhan yang lebih besar  daripada pemilu kada, yang berkaitan langsung dengan hajat hidup masyarakat luas, seperti pelayanan kesehatan dan pendidikan

Meski demikian, sumpono tetap yakin meski anggaran untuk pemilu kada dinilai minim, pelaksanannya akan berjalan dengan maksimal dan akan menghasilkan pemimpin berkualitas.

(652 views)
Tag: