Anggota Fraksi PDI-P Dan Demokrat Tolak Tandatangan Tuntutan Mundur SBY-Budiono

Gelombang aksi unjukrasa mahasiswa mengalir ke kantor DPRD Jember untuk mengkritisi 100 hari pemerintahan SBY-Budiono. Sempat terjadi perang mulut antara mahasiswa dan anggota dewan, saat anggota DPRD Jember Mohammad Asir dari fraksi PDI-P dan Suprapto dari fraksi Demokrat menolak tanda tangan pernyataan sikap.

Aksi pertama dilakukan aliansi mahasiswa peduli bangsa yang beranggotakan GMNI, IMM dan Persatuan Mahasiswa Kristen (PMKRI). mereka menilai pemerintahan SBY yang memasuki 5 tahun 100 hari ini ternyata jauh dari apa yang dijanjikannya saat kampanye lalu.

Korlap aksi Andi Wasis mengatakan, bukti kegagalan SBY bisa dilihat dengan banyaknya petani dan nelayan mengeluh tentang tingginya harga kebutuhan pokok, minimnya ketersediaan pupuk dan naiknya harga BBM. Hal ini tidak sesuai dengan janji SBY saat kampanye untuk mewujudkan ketahanan pangan.

Karena itu aliansi mahasiswa peduli bangsa mengajak anggota dewan mengirimkan surat somasi kepada SBY-Budiono, agar SBY segera turun dari jabatannya. Karena SBY selama 5 tahun lebih memimpin Indonesia tidak pernah berbicara tentang apa sebenarnya persoalan bangsa ini. Dampaknya tentu saja tidak ada satupun persoalan bangsa yang bisa terselesaikan.

Setelah aliansi mahasiswa peduli bangsa meninggalkan DPRD giliran PMII cabng Jember melakukan aksi serupa. Tuntutan mereka sama, mendesak SBY-Budiono segera mundur dari jabatannya, karena pemerintahan SBY selama 100 hari tidak ada kebijakan strategis yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Ketua PMII cabang Jember Abdurahman mengatakan, PMII ingin mempertegas kinerja bank century yang saat ini dinilai kurang ada kejelasan. Memang pansus century merupakan forum politik, tetapi dalam persoalan ini mereka bekerja untuk mengungkap skandal century. Tapi nyatanya substansi persoalan dalam kasus century tidak pernah diungkap kepada public.

Persoalan century menurut Abdurahman terjadi saat kepemimpinan SBY periode lalu. Ini artinya SBY juga harus bertanggung jawab dalam kasus ini. Dan parahnya lagi, saat ini pengambil kebijakan soal century menjadi wakil presiden. PMII mendesak SBY Budiono segera turun dari jabatannya.

Sempat terjadi perang mulut antara mahasiswa dengan anggota dewan. Sebab Mohammad Asir dari fraksi PDI-P dan Suprapto dari fraksi Demokrat menolak menandatangani pernyataan sikap yang disodorkan oleh mahasiswa untuk dikirim via fax ke Jakarta.

Mohammad Asir beralasan, dirinya menolak menandatangani pernyataan sikap tersebut karena sebagai anggota dewan, apapun keputusan yang keluar dari gedung dewan harus melalui rapat anggota. Meski demikian Asir mempersilahkan mahasiswa mengirimkan pernyataan sikapnya dengan menggunakan fasilitas fax kantor DPRD Jember.

Setelah selesai mengirimkan tuntutannya melalui fax ke DPR-RI melalui kantor DPRD Jember, para mahasiswa ini meninggalkan kantor DPRD. Tapi selang beberapa menit datang aksi unjuk rasa gelombang ketiga dari Himpunan Mahasiswa Islam dengan tuntutan yang sama.

(928 views)
Tag: