Penertiban PKL Untung Suropati Berakhir Ricuh

Upaya penertiban PKL Untung Suropati Rabu siang berakhir ricuh. Sedikitnya 6 orang PKL mengalami luka pada bagian kepla akibat terkena pukulan, sehingga harus dirawat di puskesmas Sumbersari. Sementara dari pihak satpol pp beberapa orang juga mengalami luka memar.

Insiden bentrok antara PKL dan Satpol PP terjadi ketika petugas Satpol PP yang akan melakukan penertiban mendapat perlawanan dari para PKL. Ada saah satu orang dari kerumunan PKL melemparkan bensin ke arah petugas. Sehingga untuk menertibkan PKL, satpol PP melakukan upaya represif. Keributan baru berhasil diredam ketika aparat kepolisian datang di lokasi.

Namun kepala Satpol PP pemkab Jember Sunyoto membantah keras anggotanya ada yang melakukan pemukulan. Menurut Sunyoto, dirinya telah beberapa hari melakukan pemantauan dan PKL memang merencanakan perlawanan kepada petugas satpol PP saat akan ditertibkan. Sunyoto juga mengatakan yang melakukan penyiraman bensin kepada anggotanya bukan salah satu dari PKL, tetapi seorang provokator yang saat ini masih dicari keberadaannya.

Sunyoto terpaksa mengerahkan lebih dari 300 anggota satpol PP untuk melakukan penertiban, karena dalam perkembangannya PKL terkesan main-main atas kesepakatan yang dibuat sebelumnya. Jika tidak berbuat tegas lanjut Sunyoto, PKL tidak akan bisa ditertibkan sehingga otomatis masyarakat yang merasa dirugikan atas keberadaan PKL ini, akan menyalahkan satpol PP karena dinilai tidak memiliki taring untuk menertibkan PKL.

Sementara kapolres Jember AKBP Nasri yang juga mendatangi lokasi untuk menghentikan bentrok antara PKL dan Satpol PP mengatakan, sebelum melakukan penertiban Satpol PP memang sudah berkoordinasi dengan polres. Tetapi Nasri sebagai penanggung jawab keamanan di Jember menyarankan kepada Satpol PP agar menunda penertiban PKL.

Sebab lanjut Nasri, saat ini masih terjadi aksi mogok angkutan kota yang juga menyita perhatian aparat keamanan, dan sangat tidak mungkin untuk ditunda penyelesaiannya. Sedangkan untuk PKL menurut Nasri masih bisa ditunda menunggu saat yang tepat.

Diberitakan sebelumnya, Satpol PP dua kali mengalami kegagalan saat melakukan penertiban PKL Untung Suropati. Satpol PP berpegang pada perda PKL yang mengharuskan PKL Untung Suropati berdagang mulai jam 12 siang sampai malam hari, dan pagi harinya seluruh rombong PKL harus dipindah ke lapangan Talangsari. Sehingga jalan Untung Suropati bersih, bisa digunakan oleh pengguna jalan dengan lancer.

Para PKL sendiri bersedia membuka kiosnya mulai jam 12 siang sesuai perda, tetapi mereka menolak untuk memindahkan rombongnya ke Talangsari, dengan alasan terlalu berat untuk setiap hari memindahkan rombong yang rata-rata berisi barang konveksi dan sandal.

(1.120 views)
Tag: