Tuntutan Tidak Ditanggapi Sopir Angkot Lanjutkan Aksi Mogok

Akibat tidak adanya respon dari pemkab terhadap tuntutan para pengemudi angkot, Selasa pagi puluhan angkot kembali melakukan aksi mogok. Jika sebelumnya mereka melakukan unjuk rasa di kantor pemkab kali ini puluhan angkot di parkir berjajar melawan arus lalu lintas di pertigaan jalan gajah mada.

Suwondo salah satu pengemudi mengatakan, daerah Samanhudi dan Jompo merupakan pusat berkumpulnya penumpang. Jika angkot tidak diijinkan lewat Samanhudi dan Jompo, tentu saja jumlah penumpang menurun drastic. Jangankan untuk penghasilan, modal 30 ribu untuk uang bensin awal saja sering tidak bisa kembali.

Para pengemudi mengancam akan terus melakukan aksinya sampai ada tanggapan dari pemerintah kabupaten. Menurut Suwondo, meski kendaraan umum tidak diijinkan lewat jompo karena dijadikan satu arus, setidaknya dinas perhubungan menyediakan satu lajur khusus untuk angkutan kota. Suwondo yakin tidak ada persoalan karena jalan Sultan Agung cukup lebar dan yang dibutuhkan angkot hanya dua sampai 3 meter saja.

Sementara sekretaris komisi C DPRD Jember Ayub Junaedi yang sempat menemui para pengemudi angkot ini mengatakan, awalnya dirinya meminta pengemudi menghentikan aksi mogoknya karena masyarakat membutuhkan angkutan. Persoalan jalur lalu lintas bisa dibicarakan baik-baik antara perwakilan pengemudi dengan dinas perhubungan yang difasilitasi oleh DPRD Jember.

Tetapi para pengemudi bersikukuh tidak mau menghentikan aksinya. Mereka akan melakukan aksi mogok sampai tuntutannya dipenuhi. Ayub berjanji akan memperjuangkan aspirasi para pengemudi angkot ini. Dalam waktu dekat komisi C akan memanggil dinas perhubungan agar bisa menyediakan jalur khusus untuk angkutan kota.

Akibat aksi mogok pengemudi angkot ini ratusan pelajar dan masyarakat sejak pagi keleleran. Agar tidak mengganggu aktifitas masyarakat khususnya pelajar, polres Jember menurunkan semua kendaraan operasional yang dimiliki. Kabag ops polres Jember Kompol Erik Irawan mengatakan, pihaknya telah menurunkan hampir 60 kendaraan operasional polsek, 3 truk dalmas, mobil operasional samapta, semua kendaraan satlantas dan kendaraan roda dua samapta. Jika masih kurang dishub juga menyediakan 3 bus. Untuk cadangan lanjut Erik, dirinya sudah berkoordinasi dengan batalyon 509 yang juga sudah menyiagakan beberapa truk.

(894 views)
Tags: