Koalisi Besar Parpol Jelang Pemilu Kada

Meski pelaksanaan Pemilu Kada Jember masih jauh, namun kabarnya Partai Politik Di Jember akan membentuk sebuah koalisi besar. Koalisi tersebut akan mengusung satu pasangan calon. Jika memang koalisi tersebut benar adanya, bukan tidak mungkin, pasangan calon bupati yang akan diusung, akan melenggang dengan mulus menjadi Bupati Jember untuk peridode 2010-2015. Terkait persoalan ini, pertanyaannya adalah, mungkinkah koalisi besar partai politik ini akan terwujud? Lalu, siapakah calon yang akan diusung? Bagaimana komentar pengamat politik mengenai koalisi partai politik pada Pemilu Kada mendatang?

Informasi yang berhasil dihimpun KISS FM, sedikitnya ada 8 partai politik yang akan melakukan koalisi besar. Partai tersebut, PDI Perjuangan, PKNU, Golkar, PPP, Hanura, Gerindra, PKS Dan PAN.

Ketua DPC PPP Kabupaten Jember, Ali Wafa mengaku jika beberapa waktu lalu ada pertemuan 8 parpol. Hasilnya kata dia, 8 parpol Di Jember sepakat untuk mengusung pasangan incumbent, MZA Djalal-Kusen Andalas.

Hanya saja lanjut Ali, dukungan tersebut belum dinyatakan secara formal, hanya sebatas dukungan informal. PPP sendiri menurutnya, sudah mengeluarkan surat keputusan, pada Pemilu Kada mendatang akan mendukung duet MZA Djalal-Kusen Andalas.

Sementara Ketua Fraksi Golkar DPRD Jember, Yudi Hartono, enggan berkomentar banyak soal koalisi besar partai politik menjelang Pemilu Kada. Hanya saja kata Wakil Ketua DPRD Jember ini, di internal Partai Golkar, mengenai Pemilu Kada akan tetap mengacu kepada juklak juknis dari DPP Golkar. Dimana akan ada tahapan-tahapan penjaringan, penetapan, dan pemenangan calon bupati.

Yudi menambahkan, tidak hanya itu, Golkar juga akan melakukan survey, terhadap calon bupati, terutama popularitas, elektabilitas, serta bisa diterima oleh masyarakat. Itupun yang akan melakukan survey langsung dari DPP Golkar.

Meski enggan berkomentar banyak soal koalisi besar, yudi sendiri memastikan tetap akan melakukan koalisi dengan parpol lain, sebab Golkar menyadari jika jumlah suaranya tidak mampu mengusung calon bupati. Hanya saja, akan berkoalisi dengan siapa, menurut Yudi, dirinya masih belum menyebutkan sekarang. Masih menunggu hasil survey dari DPP.

Anggota Fraksi Keadilan Sejahtera, Ayong Syahroni saat ditanya mengenai koalisi besar, juga enggan berkomentar banyak. Hanya saja kata dia, PKS tetap melakukan komunikasi dengan seluruh partai politik di jember.

Ayong menambahkan, meski PKS tidak akan mengusung calon bupati, namun tetap mempunyai sebuah mimpi untuk mempunyai seorang bupati. Untuk itulah, Pks akan melakukan komunikasi dengan parpol lain.

Sejauh ini lanjut Ayong, PKS belum menentukan sikap secara resmi, namun secara informal PKS sudah mengantongi nama calon bupati. Hanya saja sayangnya, ayong masih enggan siapa calon tersebut.

Dikofirmasi terpisah, Akademisi Fakultas Fisip Universitas Jember, Ahmad Habibullah mengatakan, dirinya tidak yakin jika koalisi yang terbangun, akan mengarah kepada idealisme.

Menurut dia, koalisi partai politik akan cenderung mengarah kepada pragmatisme belaka. Misalkan, apa yang akan didapat, kemudian bagaimana selanjutnya, serta banyak lagi kepentingan yang justru bertolak belakang dengan semangat perjuangan.

(915 views)
Tag: