Berharap Agar Mobil Pusling Digunakan Sebagai Pelayanan Publik

Beberapa waktu lalu, Komisi D DPRD Jember menggelar hearing atau rapat dengar pendapat, dengan seluruh Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Jember. Dalam hearing tersebut, ada sebuah fakta menarik, mobil ambulance yang ada di puskesmas atau biasa disebut Mobil Puskesmas Keliling (Pusling), digunakan tidak sebagaimana mestinya. Mobil Pusling ternyata digunakan tidak hanya untuk mengakut pasien, namun juga digunakan untuk berbelanja oleh oknum petugas puskesmas. Mengapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana akibatnya? Lalu, Bagaimana DPRD Jember menyikapi persoalan ini?

Kendaraan operasional puskesmas yang jumlahnya hanya 1 buah masih kurang, sebab, jika dilihat dari kebutuhan, idealnya masing-masing Puskesmas memiliki 3 kendaraan. Demikian Ungkapan Kepala Puskesmas Puger, dr Santoso. Dimana kata Santoso, 1 kendaraan ambulance untuk mengangkut pasien, 1 kendaraan untuk operasional dan 1 lagi untuk mobil jenazah.

Dijelaskan Santoso, selama ini ada kerancuan terkait penggunaan mobil pusling. Mobil pusling tidak hanya digunakan untuk mengangkut pasien saja, namun juga digunakan sebagai kendaraan operasional. Seperti pengangkutan Alat Tulis Kantor (ATK) dan kendaraan rapat dokter.

Untuk itulah kata Santoso, dirinya mengusulkan kepada dewan, untuk membahas usulan tersebut. Paling tidak, dewan menindaklanjutinya pada pembahasan APBD tahun mendatang.

Tidak jauh berbeda dengan Santoso, Kepala Puskesmas Rowo Tengah, dr Megawati, menjelaskan, keperluan pusling di tempatnya cukup kompleks. Salah satunya, jika ada kepentingan rapat yang melibatkan banyak orang, maka mau tidak mau menggunakan kendaraan pusling.

Jika menggunakan kendaraan umum lanjut Megawati, biayanya pasti membengkak. Sedangkan anggaran untuk transport sangat minim. Sehingga pihaknya membuat keputusan, jika memang ada rapat yang melibatkan banyak orang, maka akan memakai pusling. Hanya saja kata dia, dengan catatan pada waktu itu, kondisi pasien dalam keadaan aman, tidak ada kemungkinan rujukan.

Sementara, Ketua Komisi D DPRD Jember, Sunardi mengatakan, beberapa waktu lalu dirinya pernah menemukan mobil pusling berada di pinggir jalan, anehnya lagi, mobil tersebut parkir di depan kompleks salah satu Mall Di Jember. Akibatnya kata Sunardi, jika ada pasien butuh rujukan, maka tidak akan segera teratasi. Padahal kebutuhan masyarakat harus didahulukan.

Berangkat dari itulah, Komisi D DPRD Jember memanggil kepala puskesmas untuk menggelar hearing. Jika memang puskesmas masih merasa kekurangan mobil operasional, Komisi D DPRD Jember akan membahasnya lebih lanjut, terutama dengan dinas terkait.

Hanya saja lanjut Sekretaris DPC PPP Jember ini, untuk kedepan, DPRD Jember tidak ingin lagi melihat kendaraan pusling, parkir di depan pertokoan. Kecuali mobil tersebut digunakan untuk kepentingan umum, seperti pengambilan obat dan lain sebagainya.

(624 views)
Tags: