Ketua DPC PKNU Sayangkan Sikap PCNU Yang Tidak Netral Dalam Pemilu Kada

Ketua DPC PKNU Jember menyayangkan sikap tidak netral PCNU dalam pemilu kada mendatang. Padahal NU sudah menyatakan kembali ke khitoh 26, yang artinya keberadaan NU menjadi organisasi sosial keagamaan yang akan mengayomi seluruh umat nadlatul ulama.

Ketua DPC PKNU Jember Lutfi Baihaki menuturkan, ketua PCNU di media beberapa waktu lalu menyatakan akan melakukan penjaringan dengan mekanisme mereka sendiri. Jika benar ini dilakukan berarti PCNU berafiliasi dengan salah satu pihak. Otomatis sikap PCNU Jember yang seperti inilah yang akan mendistorsi dengan sendirinya sikap kembali ke khitoh.

Meski demikian Lutfi tidak ingin berandai-andai, karena faktanya sampai saat ini PCNU belum melakukan apapun. Sudah selayaknya NU secara kelembagaan tidak ikut dalam dukung mendukung pasangan cabup cawabup, meski secara historis NU memiliki ikatan sejarah dengan beberapa partai politik seperti PKNU dan PKB. Sebab tidak bisa dipungkiri masih banyak warga NU yang berada di partai politik lain seperti Golkar, PDI-P serta partai-partai yang lain. Mereka juga butuh pengayoman dari NU secara kelembagaan.

Sementara ketua PCNU Jember Abdullah Samsul Arifin ketika dikonfirmasi per telfon mengatakan, ada kesalahan dalam pemahaman arti khitoh. Padahal KH. Muchid Muzadi sendiri sebagi perumus khitoh menyatakan, tidak ada larangan bagi warga NU untuk mendukung salah satu calon. Khitoh merupakan pedoman bagi warga NU untuk melangkah bukan berarti harus netral. Sebab dengan perkembangan politik saat ini netral bukan merupakan pilihan terbaik.

Justru jika ada yang mengatakan NU harus netral dengan berlindung dengan istilah khitoh, perlu dipertanyakan pertanggung jawabannya. Sebab jika yang mengatakan orang yang berkepentingan politik, tentu tidak bisa dipertanggung jawabkan.  Berbeda jika yang mengayakan Kyai Muchid sebagai perumus yang tidak memiliki kepentingan politik sedikitpun. Dalam kajian khitoh saat musyawarah PWNU Jatim di Sukolilo sendiri sudah memutuskan, tokoh NU diijinkan memberikan arahan kepada warganya untuk memilih pemimpin yang terbaik.

lebih jauh Gus Aab mengatakan, PCNU sendiri memiliki 3 opsi yang akan dilakukan. Yang pertama akan mendukung calon dari stuktural PCNU sendiri, opsi kedua menitipkan kemaslahatan umat NU kepada calon yang muncul, baru kemungkinan terburuk jika opsi pertama dan kedua tidak mampu dilakukan, PCNU akan bersikap netral.

(1.030 views)
Tag: