Mungkinkah Angka Kelulusan Mencapai 100 Persen ?

Meski masih menimbulkan kontroversi, namun akhirnya, pemerintah tetap menggelar pelaksanan Ujian Nasional Tahun 2010 mendatang. Jember sebagai salah satu kabupaten yang akan menghadapi ujian nasiona, bagaimana persiapannya? Seberapa besar Dinas Pendidikan Jember Menargetkan Angka kelulusan?

Kebijakan pelaksanan Ujian Nasional merupakan kebijakan pemerintah pusat, jadi Dinas Pendidikan Kabupaten Jember hanya bisa melaksanakan kebijakan tersebut. Demikian Ungkapan Kepala Bidang SMP dan SMA Dinas Pendidikan Jember, I Wayan Wesa Atmaja.

Menurutnya, untuk kriteria kelulusan ujian nasional tidak akan jauh beda dengan tahun sebelumnya, dimana mata pelajaran yang akan diujiankan, tetap menjadi standarisasi kelulusan ujian.

Terkait persiapan ujian nasional, Menurut Wayan, sejauh ini Di Jember semua sekolah sudah siap untuk menghadapinya. Jauh-jauh sebelum munculnya polemik pelaksanaan UN, Dispendik sudah menginstruksikan kepada sekolah, agar tetap mengantisipasi adanya pelaksanaan ujian nasional.

Dispendik lanjut Wayan, menargetkan kelulusan siswa pada tahun 2010 mendatang, sebesar 100 persen, sebab berdasarkan trend angka kelulusan siswa di Jember, dari tahun ke tahun selalu meningkat.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Jember, Sukantomo mengatakan, jauh-jauh hari sebelum muncul kontroversi pelaksanaan ujian nasional, pihaknya sudah mempersiapkan siswa, untuk menghadapi  UN. Jadi lanjut dia, seandainya ujian nasional ada atau tidak, pada prinsipnya sekolah yang ia pimpin, tetap siap menghadapinya.

Sukantomo sendiri optimis, pada tahun 2010 mendatang, SMA Negeri 2 Jember mampu meluluskan seluruh siswanya, sebab, Seluruh Siswa sudah siap menghadapi pelaksanaan ujian nasional.

Dikonfirmasi terpisah, Anggota Komisi D DPRD Jember Dari Partai Keadilan Sejahtera, Ayong Syahroni mengatakan, sah-sah saja Dinas Pendidikan Jember menargetkan kelulusan Siswa SMA Di Jember 100 persen.

Hanya saja menurutnya, jangan sampai target tersebut dijadikan target politis. Maksudnya, dinas pendidikan tidak melihat kenyataan di bawah, sebab lanjut Ayong, proses pembelajaran antara sekolah yang berada di kota, belum tentu sama dengan yang ada di pinggiran.

(950 views)
Tag: