Menguji Efektifitas Ketua Baru Persid Yang Baru

Beberapa waktu lalu, Pengurus Harian Persid Jember mengalami pergantian komando. Ketua Komisi D DPRD Jember Dari Fraksi Kebangkitan Bangsa Unsur Partai Persatuan Pembangunan, Sunardi, terpilih menjadi komando satu-satunya Tim Sepak Bola Kebanggan  Masyarakat Jember. Sunardi terpilih secara aklamasi, pasalnya dari dua kandidat, Saptono Yusuf dan MZA Djalal yang digadang-gadang maju, tak hadir pada saat proses pemilihan. Terkait persoalan ini, yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana komentar Persidmania terkait terpilihnya Sunardi, mengingat dia adalah seorang politisi? Apakah akan sama saja atau akan ada perubahan? Kemudian, apa yang menjadi PR besar pengurus baru?

Banyak pihak yang meragukan terpilihnya Sunardi sebagai Ketua Umum Persid Jember, itu lantaran beliau adalah seorang politisi. Keraguan tersebut berupa kekhawatiran, terhadap munculnya muatan politis, di dalam tubuh Persid Jember Nantinya.

Salah satu Pendiri Persidmania Jember, Suharyono, menilai, yang paling penting saat ini,  bukan memperdebatkan siapa yang menjadi Ketua Persid, namun semua pihak termasuk ketua yang baru, harus fokus serta mendukung, agar Persid bisa lolos ke divisi utama.

Kemudian, pada proses seleksi pemain, tidak ada lagi istilah titipan. Serta tim seleksi pemain, harus benar-benar orang yang kredibel, sehingga hasil seleksinya bisa dipertanggung jawabkan kepada public. Suharyono menambahkan, banyak PR yang harus segera dikerjakan oleh pengurus baru, terutama persoalan manajemen keuangan. Selama ini, masalah keuangan selalu menjadi kendala utama yang dihadapi oleh Persid Jember.

Suhayono juga berharap, khususnya kepada ketua umum yang baru, agar bisa memilah antara kepentingan politis dengan kepentingan Persid Jember. Pasalnya selama ini ada keraguan terhadap ketua baru Persid, mengingat latar belakangnya  sebagai politisi.

Meski demikian, Suharyono optimis, Sunardi, akan mampu memilah antara dua kepentingan tersebut dan akan membawa angin perubahan terhadap tubuh Persid Jember.

Hal senada diungkapkan Ketua Fraksi Golongan Karya, Yudi Hartono. Menurutnya, banyak PR yang harus segera diselesaikan oleh Ketua Persid yang baru. Terutama persoalan prestasi Persid Jember, yang pada kompetisi lalu, masih jauh dari harapan masyarakat.

Kemudian lanjut Yudi, seleksi pemain harus dilakukan secara ketat, sebab, dirinya tidak ingin pada kompetisi mendatang, kualitas pemain Persid semakin menurun. Lalu, yang tidak kalah penting, pengurus yang baru harus segera mencari donator, yang mau berkorban terhadap masa depan sepak bola Jember.

Sebab lanjut Sekretaris DPD Golkar Jember ini, dana yang dialokasikan APBD Jember Tahun 2010, sebesar 800 Juta Rupiah, tidak akan cukup untuk mendanai Persid, selama menghadapi musim divisi satu mendatang.

Sementara itu, Ketua Umum Persid Jember, Sunardi, mengatakan, dirinya dan jajaran pengurus yang baru, akan berusaha semaksimal mungkin, mengukir prestasi baru, dengan naiknya Persid Jember Ke Divisi Utama Liga Indonesia.

Target tersebut lanjut Sunardi, tidaklah berlebihan, sebab, dirinya sedang menjaring Pemain Asli Jember, yang saat ini bermain di klub lain, untuk kembali ke kota kelahirannya. Tentunya kata dia, dana yang harus disediakan lumayan besar. Mengenai rekrutmen pemain, Sunardi menjamin, pihaknya tetap akan mengedepankan kualitas. Belum tentu kata dia, pemain yang kemarin memperkuat Persid, akan terpilih lagi. Tergantung kualitas mereka pada saat proses seleksi.

Lebih jauh Sunardi menjelaskan, masyarakat terutama Persidmania, tidak perlu khawatir dengan background dirinya sebagai politisi, sebab, dirinya akan tetap bersikap proporsional. Sunardi juga berharap, agar Masyarakat Jember terus mendukung Persid Jember, terutama pada saat bergulirnya kompetisi divisi satu mendatang. Dukungan Masyarakat Jember, merupakan suntikan motivasi besar terhadap keberadaan tim.

(1.100 views)
Tag: