RSUD Subandi Hanya Bisa Menggratiskan Biaya Kamar Bagi Pasien Penderita Bulouse Diases

Dengan alasan biaya, pihak keluarga pasien penderita penyakit bulouse dises menolak perawatan anaknya di rujuk ke RSUD dr. Sutomo Surabaya. Padahal sesuai diagnosa dokter, penanganan penyakit yang dialami Wijianto ini lebih baik dilakukan di Surabaya, mengingat peralatan disana jauh lebih lengkap dibanding Jember.

Meski berasal dari keluarga tidak mampu, Wijianto masuk ke RSUD Subandi sebagai pasien umum, karena tidak terdaftar sebagai penerima Jamkesmas. Karena itu Selasa siang ketua fraksi golkar dan kebangkitan bangsa DPRD Jember, mengunjungi Wijianto di rumah sakit. Melihat kondisi Wijianto, dua orang ketua fraksi ini meminta direktur RSUD Subandi sebisa mungkin membantu biaya perawatan Wijianto.

Direktur RSUD Subandi Yuni Ermita mengatakan, dirinya saat ini mengalami dilemma. Disatu sisi tidak mungkin menolak pasien, disisi lain pemerintah daerah tidak memberikan anggaran yang cukup untuk operasional RSUD. Maksimal yang bisa dilakukan lanjut Yuni, pihaknya akan menggratiskan biaya kamar dan pelayanan, sementara untuk obat dan peralatan habis pakai terpaksa tetap dibebankan kepada pasien.

Lebih jauh Yuni menerangkan, melihat kondisi Wijianto seharusnya sudah waktunya dirujuk ke RSUD dr. Sutomo Surabaya, agar mendapat perawatan yang lebih intensif. Namun dari laporan yang diterimanya, pihak keluarga pasien menolak dengan pertimbangan biaya.

Sementara Didik orang tua pasien  mengatakan, awalnya saat berusia 4 hari ada bintik-bintik putih di kaki Wiji. Ketika dibawa ke puskesmas dan diberi resep, dokter saat itu hanya mengatakan mungkin karena alergi. Ternyata setelah dibiarkan hingga berusia 14 tahun penyakit tersebut menjalar ke seluruh tubuh.

(982 views)
Tag: