Peringati Hari Anti Korupsi Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi Unjuk Rasa

Memperingati hari anti korupsi ratusan mahasiswa dari 4 elemen GMNI, PMII, HMI dan KAMMI melakukan aksi unjuk rasa di bundaran DPRD Jember dan kantor kejaksaan. Sempat terjadi aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dengan aparat kepolisian. Untungnya aksi ini tidak sampai mengakibatkan tindakan anarkis. Untuk menghindari kemacetan, akses menuju bundaran DPRD dari 4 penjuru di tutup total.

Ketua cabang GMNI Andi Wasis mengatakan, pemerintahan SBY-Budiono dinilai telah gagal melakukan pemberantasan korupsi. Terbukti mafia kasus hingga menyebabkan kriminalisasi KPK bisa terjadi. Bahkan scandal Bank Century hingga saat ini masih belum bisa dituntaskan. GMNI mendesak SBY turun dari jabatannya.

Sementara ketua cabng PMII Jember Abdurahman mengatakan, penegakan hukum khususnya di Jember masih terlihat pandang bulu. Tidak semua pejabat korup di Jember diadili. Makelar kasus atau yang dikenal markus menurut Abdurahman juga masih banyak berkeliaran. Untuk itu PMII mendesak penegakan hukum kasus korupsi dilakukan tanpa tebang pilih.

Kepala kejaksaan negeri Jember Irdam ketika menemui para mahasiswa ini mengatakan, kejaksaan negeri Jember tidak pernah main-main menegakkan hokum. Hari ini misalnya, kejaksaan melimpahkan kasus dugaan korupsi P2SEM ke pengadilan negeri Jember.

Meski demikian menurut Irdam, semua pihak harus ikut serta mengawasi proses penegakan hukum tindak pidana korupsi. Oleh sebab itu jika dalam pengawasannya mahasiswa memiliki data yang kuat tentang tindak pidana korupsi ataupun berkeliarannya markus di kejaksaan, Irdam dengan senang hati menerima laporan tersebut untuk ditindak lanjuti.

Setelah melakukan aksi tabur bunga sebagai tanda matinya penegakan hukum korupsi di Indonesia, puluhan mahasiswa melakukan longmarch menuju bundara DPRD Jember. Di bundaran DPRD sudah menunggu puluhan mahasiswa lainnya. Meski awalnya aksi dilakukan sendiri-sendiri, namun setelah masing-masing koordinator lapangan berkoordinasi keempat elemen mahasiswa ini kemudian bersatu melakukan aksi bersama.

3 orang anggota DPRD Jember Ayub Junaedi, Abdul Ghofur dan Mohammad Jufreadi keluar menemui demonstran. Jufreadi mengatakan DPRD Jember sepakat dengan gerkan yang dilakukan mahasiswa. Setidaknya anggota DPRD sudah berkomitmen tidak akan ada tindak pidana korupsi di gedung dewan.

Jufreadi juga mengajak seluruh elemen masyarakat ikut serta mengawasi penggunaan APBD 2010. Jangan sampai ada sedikitpun uang APBD yang bocor kepada koruptor. Sedangkan untuk scala nasional lanjut Jufreadi, komisi A secara kelembagaan sudah  mengirimkan fax kepada DPR-RI untuk menyatakan dukungannya dalam pengungkapan kasus kriminalisasi KPK dan Bank Century.

Perwakilan masing-masing elemen mahasiswa kemudian meminta masuk ke gedung dewan untuk kemudian mengirimkan tuntutan mereka ke DPR-RI melalui fax. Setelah fax dipastikan terkirim, keempat elemen mahasiswa ini membubarkan diri ke arah yang berbeda.

(1.066 views)
Tag: