Mengkhawatirkan Tingginya Penyebaran HIV AIDS

Kemarin tepat tanggal 1 Desember, hampir seluruh lapisan masyarakat memperingati hari HIV/ AIDS Internasional. Bermacam-macam cara untuk memperingati hari HIV/AIDS, mulai dari aksi teatrikal, sampai menyebar poster himbaun kepada masyarakat, agar menjauhi perilaku menyimpang, seperti sex bebas dan narkoba. Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana perkembangan penyebaran HIV/AIDS di Jember? Lalu, sejauh mana penangannya? Kemudian, bagaimana pula tanggapan wakil rakyat?

Persoalan penyakit HIV/AIDS merupakan masalah kompleks, yang penanganannya tidak bisa diselesaikan dengan hanya sebatas himbauan. Harus ada penanganan secara holistik atau menyeluruh, seperti penegakan undang-undang dan kerja keras dari instansi terkait.

Tidak hanya itu, kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit ini juga harus semakin dipupuk. Demikian ungkapan, Anggota Komisi D DPRD Jember, dr Yuli Priyanto.

Yuli mengibaratkan, fenomena penyebaran penyakit HIV/AIDS seperti gunung es, yang sangat sulit untuk dikendalikan. Perlu adanya peningkatan kualitas spiritual masyarakat, sehingga kesadaran rohani mereka akan semakin terbangun.

Yuli menambahkan, DPRD Jember sudah berusaha semaksimal mungkin, untuk ikut serta mencegah penyebaran penyakit ini. Mulai dari menganggarkan dana untuk Klinik VCT, sampai pembuatan perda. Hanya saja lanjut Yuli, terkait pemebuatan perda, dirinya harus jujur sejauh ini belum maksimal. Misalkan Pembuatan Perda Kos-Kosan, kemudian Warnet, yang hingga hari ini belum terealisasi.

Meski demikian, Yuli berjanji akan berusaha semaksimal mungkin, untuk segera merumuskan perda ini, sehingga nantinya hal- hal negatif yang nantinya mengarah kepada penyakit AIDS, bisa diminimalisir.

Sementara itu, Konselor Klinik VCT RSD Dokter Subandi, dr Justina Evy Tyaswati menjelaskan, sejak Klinik VCT dibuka pada bulan desember 2006 lalu, jumlah Penderita HIV/AIDS Di Jember hingga Bulan November 2009 mencapai 235 orang.

Evi menambahkan, dari 235 penderita 30 diantaranya meninggal dunia, sebab rata-rata pasien yang memeriksakan ke Klinik VCT, sudah berada di Stadium 3-4 dan kondisi kesehatannya sudah jauh dari harapan. Sedangkan untuk penderitanya lanjut Evi, hampir ada di seluruh lapisan umur, bahkan diantaranya terdapat balita.

Di tempat terpisah, Humas Dinas Kesehatan Kabupaten Jember, Yumarlis menjelaskan, berdasarkan data pihaknya, hingga bulan oktober tercatat 261 orang positif mengidap HIV/AIDS. Dari 3 Klinik VCT, penderita paling banyak memeriksakan di RSD Subandi, kemudian Balung, serta Puger.

Lebih jauh Yumarlis menjelaskan, untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit ini, Dinas Kesehatan terus menggencarkan sosialisasi akan bahaya Penyakit HIV/AIDS sehingga nantinya masyarakat sadar, dan penyebarannya bisa diminimalisir.

(1.016 views)
Tag: