Belum Tercapainya Anggaran Pendidikan 20 Persen.

Sabtu lalu APBD Jember Tahun Anggaran 2010 telah ditetapkan. Dibandingkan tahun lalu, APBD Tahun 2010 mengalami kenaikan. Hanya saja yang menjadi persoalan, ternyata Anggaran Pendidikan Di Jember, belum mencapai 20 Persen. Padahal undang-undang telah mengamanahkan, anggaran pendidikan harus 20 persen. Terkait persoalan ini, pertanyaannya adalah, apa yang menyebabkan APBD Jember belum menganggarkan 20 Persen untuk pendidikan? Lalu, bagaimana tanggapan wakil rakyat terkait belum maksimalnya anggaran pendidikan ini? Kemudian, bagaimana pula pandangan pemerhati pendidikan?

Sesuai amanah undang-undang, anggaran pendidikan minimal harus dianggarkan 20 persen dari jumlah total APBN ataupun APBD. Hanya saja, APBD Jember Tahun 2010 belum menganggarkannya.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Ahmad Sudiyono, untuk Anggaran Pendidikan Tahun 2009 mencapai 19 Miliar. Hanya saja, jika dijumlah total dengan belanja langsung dan tak langsung, anggaran pendidikan mencapai 49 persen. Ahmad menambahkan, untuk Tahun 2010 APBD Jember banyak tersedot untuk kepentingan rakyat, sehingga kata dia, pihaknya tidak terlalu memaksakan diri untuk memenuhi kuota 20 persen.

Jika dibandingkan dengan tahun ini lanjut Ahmad, anggaran pendidikan tahun 2010 mengalami kenaikan. Tahun 2009 anggaran pendidikan sebesar 17 persen, sedangkan tahun 2010 anggaran pendidikan mencapai 19 persen.

Sementara itu, Anggota DPRD Jember Dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB), M Hafidi mengatakan, seharusnya sektor pendidikan menjadi perhatian khusus Pemkab Jember, sebab pendidikan merupakan salah satu prioritas pembangunan. Dengan pendidikan lanjut Hafidi, kualitas dan taraf hidup masyarakat akan meningkat dengan pesat. Untuk itulah, semestinya Anggaran Pendidikan Di Jember sudah mencapai 20 persen.

Senada dengan Hafidi, Anggota Komisi D DPRD Jember, H Ayong menilai, ada perhitungan yang salah, jika dijumlah dengan belanja langsung dan tidak langsung, Anggaran Pendidikan Di Jember hampir mencapai 50 persen. Hanya saja, jika murni dihitung untuk peningkatan mutu dan kualitas, anggaran pendidikan belum mencapai 20 persen.

Meski demikian, Ayong menyadari pada tahun 2010 APBD Jember banyak tersedot untuk kegiatan langsung. Seperti pelaksanaan pilkada, yang anggarannya mencapai 33 miliar, kemudian kenaikan gaji pns, gaji ke 13 dan alokasi dana desa 500 Juta Rupiah.

Sehingga lanjut Ayong, faktor inilah yang menyebabkan, semua anggaran di masing-masing SKPD mengalami penurunan. Ayong berjanji, pada APBD Tahun 2011 mendatang, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen.

Dikonfirmasi terpisah, Koordinator Forum Komunikasi Anak Bangsa (FKAB), Suharyono, menyayangkan belum maksimalnya anggaran pendidikan ini. Semestinya pemkab harus membuat program skala prioritas.

Suharyono menilai, anggaran untuk Alokasi Dana Desa terlalu besar. Dana tersebut sebenarnya bisa dikurangi dan dialihkan kepada dunia pendidikan. Sehingga kata dia, amanah undang-undang bisa terpenuhi.

Meski demikian, Suharyono tetap mengapresiasi naiknya Anggaran Pendidikan Di Jember. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, Anggaran Pendidikan Jember naik sekitar 2 persen, dari 17 persen menjadi 19 persen. Suharyono berharap, dengan naiknya anggaran ini, persoalan klasik yang kerap kali terjadi. Sebut misalkan, Pungutan PSB, kemudian uang gedung tidak akan terjadi lagi di tahun mendatang. Kemudian kata dia, dewan hendaknya lebih memaksimalkan fungsi legislasi atau penganggaran, sebab selama ini dewan masih belum memaksimalkan fungsi tersebut.

(808 views)
Tag: