Kredibilitas Hasil Ujian Nasional.

Beberapa waktu lalu, muncul ide sistem Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas, akan dijadikan pengganti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN). Hal ini dilakukan agar sistem ujian tidak dilaksanakan dua kali. Terkait persoalan ini, pertanyaannya adalah, bagaimana tanggapan perguruan tinggi negeri terkait ide ini? Lalu, bagaimana pula pandangan Dinas Pendidikan Jember?

Ide tersebut masih sejauh ini masih dibahas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Dan Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Atas. Demikian Ungkapan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Ahmad Sudiyono.

Menurut ahmad, ide tersebut merupakan gagasan yang luar biasa, sebab kata dia, jika hasil ujian nasional mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat, maka semangat belajar siswa akan meningkat luar biasa. Semoga saja lanjut Ahmad, kebijakan tersebut benar-benar bisa terwujud, dan bisa segera diterapkan bahkan kalau perlu untuk tahun ini sudah bisa direalisasikan.

Ahmad menambahkan, jika kebijakan ini benar-benar terealisasi, akan banyak siswa berprestasi asal jember masuk di Perguruan tinggi dengan mudah, sebab mereka tidak perlu lagi mengikuti ujian kedua kalinya.

Hal senada diungkapkan Anggota Komisi D DPRD Jember, H. Ayong. Ayong menilai, ide ini merupakan lecutan yang sangat luar biasa, sebab siswa tidak perlu lagi mengikuti ujian untuk kedua kalinya. Cukup hasil ujian nasional dijadikan standarisasi untuk masuk perguruan tinggi,“tinggal perguruan tinggi bersangkutan membuat aturan internal” Jelasnya.

Ayong menambahkan, jika ini terealisasi, maka akan berimbas kepada penghematan anggaran. Meski belum bisa memastikan berapa jumlah anggaran yang akan dihemat, Ayong optimis, anggaran yang akan dihemat jumlahnya sangat besar.

Hanya saja lanjut Ayong, sebelum kebijakan ini direalisasikan, hendaknya Dikmen mengevaluasi pelaksanaan Unas, serta harus ada pengawasan yang ketat untuk mengantisipasi kecurangan

Lebih jauh Ayong menjelaskan, dirinya menyayangkan sikap dinas pendidikan jember.  Pada waktu hearing dengan Dispendik kata dia, Kepala Dinas Pendidikan Jember menyampaikan data kelulusan siswa yang cenderung politis. “masak lulusan di jember mencapai 99,9 persen” katanya.  Padahal belum tentu data tersebut valid.

Menanggapi Ide ini, Rektor Universitas Jember, Tarcisius Sutikto, dengan tegas menolak ide tersebut. Sutikto menilai, dari tahun ke tahun, pelaksanaan unas hampir diwarnai kecurangan, mulai dari percaloan soal, sampai kebocoran soal. Seharusnya persoalan ini, harus segera dievaluasi oleh pemerintah.

Meski demikian lanjut Sutikto, pihaknya tetap mengakomodir siswa berprestasi, yakni dengan penerimaan mahasiswa melalui jalur PMDK. Jalur ini kata dia, lebih bisa dipercaya, pasalnya siswa yang direkrut dinilai dari perjalanan prestasi selama dia berproses di SMA.

(644 views)
Tag: