17 Kecamatan Di Jember Rawan Bencana

Badan Kesatuan dan Kebangsaan atau Bakesbang Linmas kabupaten Jember, memetakan dari 31 kecamatan di Jember 17 diantaranya masuk kategori rawan bencana. Demikian disampaikan kepala Bakesbang linmas Jember Edi Budi Susilo kepada sejumlah wartawan.

menurut Edi, saat ini pihaknya sudah membentuk posko siaga bencana di kantor Bakesbang, yang siap selama 24 jam penuh. Diharapkan posko serupa juga dibentuk oleh masing-masing kecamatan dengan difasilitasi oleh camat setempat. Karena hanya dengan sistem seperti itu menurut Edi, informasi kejadian bencana bisa cepat sampai ke tingkat kabupaten, sehingga pemerintah kabupaten bisa cepat mengambil tindakan yang diperlukan.

Edi menjelaskan, dari 17 kecamatan yang paling rawan kecamatan Silo, Mayang, Mumbulsari, Tempurejo, Jenggawah dan Ambulu. Kecamatan tersebut merupakan kecamatan yang dilalui hulu sungai dari Silo. Sementara yang dari Panti yang rawan kecamatan Rambipuji dan Balung. Di daerah Tanggul yang dikhawatirkan daerah Kencong dan Gumukmas.

Sementara rawan tanah longsor di daerah Arjasa, Jelbuk dan Sukorambi. Karena di daerah tersbut terdapat retakan yang cukup lebar yang bisa sewaktu-waktu terjadi longsor. Edi menghimbau masyarakat khususnya yang berada di daerah rawan selalu siaga. Jika terjadi curah hujan tinggi dan sedikit saja berpotensi terjadinya bencana, masyarakat harus segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.

lebih jauh Edi menerangkan, meski mayoritas kecamatan yang masuk kategori rawan berada di pinggiran kota, bukan berarti masyarakat kota tidak perlu waspada. Sebab dari pengamatan Bakesbang sejauh ini potensi rawan bencana angin puting beliung justru semuanya berada di wilayah kota. Memang yang paling rawan kecamatan Kaliwates. Tetapi merujuk hujan di sertai angin yang terjadi beberapa hari lalu Sumbersari dan Patrang juga dinilai cukup rawan pohon tumbang .

(607 views)
Tags: