Lagi-Lagi Alokasi Anggaran Untuk Pasien Miskin Sangat Minim

Lagi-lagi pemkab Jember memberikan alokasi anggaran yang sangat minim kepada RSUD Subandi, untuk menangani pasien miskin diluar database Jamkesmas. Dengan kebutuhan anggaran 10 milyar lebih pertahun, pemkab hanya memberikan anggaran 3 milyar rupiah untuk tahun 2010.

Wakil bupati Jember Kusen Andalas saat dikonfirmasi terkait minimnya alokasi anggaran untuk RSUD Subandi ini mengatakan, belanja rutin yang menjadi beban APBD saat ini cukup tinggi. Sehingga otomatis akan mengurangi belanja modal, termasuk alokasi anggaran untuk pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin diluar data base Jamkesmas. Bukan hanya untuk RSUD Subandi, anggaran untuk semua SKPD yang lain juga ikut dipangkas.

Meski demikian Kusen berjanji penambahan anggaran untuk RSUD Subandi akan dibicarakan lagi dalam pembahasan perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah atau PAPBD mendatang. Jika masih memungkinkan tambahan anggaran untuk pasien miskin akan menjadi salah satu prioritas.

Sementara direktur keuangan RSUD Subandi Damanhuri ketika dikonfirmasi nampak enggan berkomentar panjang. Damanhuri  hanya mengatakan masih akan menghitung ulang. Namun dalam keterangan sebelumnya, Damanhuri mengatakan pemkab Jember memiliki hutang kepada RSUD Subandi puluhan milyar rupiah untuk pelayanan pasien miskin diluar database sepanjang tahun 2009.

Damanhuri mengaku heran kenapa justru penagihan tunggakan pasien miskin dari pemkab Jember sangat sulit dan berbelit belit. Padahal RSUD Subandi ketika menagih ke kabupaten lain yang merujuk pasien miskin, bisa langsung terbayar tanpa melalui prosedur yang berbelit.

(734 views)
Tag: