Akibat Pemangkasan Anggaran Honor PPK Dan PPS Terancam Dipotong

Honor dan masa jabatan PPK dan PPS dalam pemilu bupati 2010 mendatang terancam dipotong. Karena dari 54 milyar anggaran pilkada yang diajukan KPUD Jember, pemkab Jember hanya akan memberikan 40 milyar rupiah. Dampaknya selain honor dan masa jabatan PPK-PPS dikurangi, KPUD kemungkinan besar juga akan mengurangi jumlah TPS.

Humas KPUD Jember Gogot Cahyo Baskoro mengatakan, setelah menerima surat pengajuan anggaran, pemkab memang meminta KPUD Jember melakukan efisiensi untuk mengurangi anggaran. Sehingga ada beberapa pos anggaran yang dipangkas, salah satunya dengan mengurangi masa jabatan PPK dan PPS yang seharusnya 8 bulan menjadi hanya 7 bulan. Dari pengurangan tersebut diperoleh perhitungan sebesar 48 milyar.

Tetapi lanjut Gogot, informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa besar kemungkinan pemkab hanya akan memberikan anggaran 40 milyar rupiah. Jika benar ini yang terjadi maka yang bisa dilakukan KPUD Jember hanya mengurangi jumlah TPS, serta memotong honor PPK dan PPS. Padahal sesuai Permendagri, honor PPK dan PPS minimal sama dengan honor pemilu sebelumnya, ditambah nilai inflasi sebesar 6 persen.

Gogot khawatir jika pemotongan honor ini diterapkan, selain akan melanggar permendagri kinerja PPK dan PPS tidak akan maksimal. Sehingga akan berdampak pula terhadap hasil pemilu kepala daerah di Jember nantinya. Mumpung masih ada waktu Gogot berharap ada titik temu antara KPUD, Pemkab dan DPRD Jember untuk mengatasi anggaran pilkada tersebut.

Lebih jauh Gogot menerangkan, memang ada yang aneh dengan keputusan pemkab tersebut. Seharusnya jika memang akan melakukan efisiensi anggaran, semua yang terkait dengan pemilu juga mengalami pemangkasan anggaran. Tapi nyatanya pemkab hanya memangkas anggaran yang diajukan KPUD, sementara anggaran untuk Bakesbang tidak dipangkas sama sekali. Padahal urusan dan tanggung jawab KPUD dalam pilkada mendatang jauh lebih besar.

(648 views)
Tags: