30 Persen Calon Jamaah Haji Asal Jember Masuk Kategori Rawan

30 persen jamaah haji asal Jember masuk kategori rawan gangguan kesehatan. Bahkan satu orang diantaranya terpaksa harus ditunda keberangkatannya, karena tim medis tidak bersedia memberikan rekomendasi.

Humas dinas kesehatan Jember Yumarlis mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap calon jamaah haji di dua rumah sakit, di RSUD Subandi tercatat 25 persen calon jamaah haji masuk kategori rawan, sementara untuk di RSUD Balung tercatat 30 persen yang rawan.

Menurut Yumarlis kategori rawan bagi jamaah haji bukan hanya adanya gangguan kesehatan, tetapi juga karena faktor usia yang sudah diatas 60 tahun. Bahkan ada satu orang calon jamaah yang terpaksa di tunda keberangkatannya karena saat ini sedang hamil, sehingga tidak bisa dilakukan imunisasi meningitis yang merupakan salah satu persyaratan dari pemerintah Arab Saudi. Yumarlis yakin, hanya calon jamaah yang hamil ini saja yang tidak bisa berangkat. Sedang sisanya masih bisa berangkat karena saat ini sudah mendapat terapi dan perawatan dari tim medis jamaah haji.

Jumarlis menjelaskan, jamaah haji yang masuk kategori rawan ini selama berada di tanah suci akan dipantau setiap hari perkembangan kesehatannya oleh tim medis. Pagi dan sore secara rutin diperiksa, untuk meminimal resiko kesehatan. Bahkan sampai beberapa hari sepulang dari tanah suci jamaah haji yang masuk kategori rawan kesehatan ini masih akan dipantau.

Lebih jauh Yumarlis menerangkan, untuk musim haji tahun ini dinas kesehatan akan menurunkan 4 orang dokter pendamping yang akan disebar di tiap-tiap kloter, dengan dibantu 2 orang para medis untuk tiap dokter. Menurut Yumarlis 4 dokter dan 8 orang paramedis ini diyakini sudah mampu mencover semua jamaah haji asal jember sebayak 1900 orang lebih tersebut.

(730 views)
Tag: