Calon Bupati Independen VS Calon Bupati Partai Politik.

Pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah Jember memang masih jauh. Namun aroma persaingan calon sudah mulai memanas. Lihat saja, di beberapa ruas jalan ada beberapa calon sudah mulai berani memajang fotonya, bahkan ada juga yang sudah memaparkan visi-misinya. Pelaksanaan Pilkada 2010 mendatang, diprediksikan bakal lebih menarik daripada pilkada tahun 2005. Itu lantaran, dari sisi aturan calon perseorangan atau lebih dikenal dengan calon independent, diprediksikan akan bermunculan. Terkait dengan calon perseorangan ini, bagaimana kesiapan kpu sebagai pelaksana pemilu? Kemudian, bagaimana pula pandangan pengamat terkait peluang calon independen? Lalu, bagaimana pula tanggapan Parpol Di Jember?

Dari sisi aturan, seseorang berhak maju sebagai calon perseorangan, apabila memenuhi beberapa syarat. Selain syarat non administrative, seperti Warga Negara Indonesia, kemudian, tidak terlibat kasus hokum, seorang calon independen harus didukung minimal 3 persen dari jumlah total penduduk di daerah setempat. Itu artinya, di jember seorang calon independent, harus didukung sekitar 75 ribu penduduk.

Ketua KPU Kabupaten Jember, Ketty Tri Setyorini membenarkan syarat tersebut. Menurutnya, dengan adanya syarat semacam ini, tentunya membawa dampak besar terhadap banyaknya calon perseorangan yang akan muncul. Jika memang benar-benar terjadi lanjut Ketty, ini menandakan di Jember terjadi dinamika politik yang sangat luar biasa. Hanya saja menurutnya, yang menjadi persoalan, dukungan tersebut harus diverifikasi satu persatu.

Dijelaskan, terkait proses verifikasi ini, pihaknya akan lebih hati-hati, sebab jika ada satu saja yang salah, tentu akan menimbulkan banyak protes. Untuk itulah kata ketty, kpu akan menugaskan petugas PPS, terkait verifikasi dukungan, pasalnya mereka yang lebih tahu kondisi masyarakat di bawah.

Sementara itu, salah satu calon independent, Sujatmiko menjelaskan, dirinya memberanikan diri mencalonkan lantaran ada desakan dari tokoh masyarakat dan ulama. Sehingga mau tidak mau, amanah tersebut harus dijalankan. Mantan Wakil Ketua Komisi D DPRD Jember Periode 2004-2009 ini menambahkan, sejak beberapa waktu lalu, dirinya beserta tim sudah menggalang dukungan dari masyarakat, dan hasilnya, dukungan yang sudah terkumpul mencapai 75 persen, dari syarat yang telah ditentukan.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPC PKB Jember, Ayub Junaidi, menyambut baik terkait munculnya calon independent. Menurutnya, munculnya calon independen merupakan bagian dari proses demokrasi.

Hanya saja lanjut Ayub, aturan yang telah ditetapkan harus tetap dipatuhi. PKB sendiri tidak merasa khawatir, sebab masyarakat sudah bisa melihat dan menilai, masing-masing calon yang nantinya akan bermunculan. Lebih jauh Ayub menjelaskan, PKB sendiri sejauh ini belum melakukan penjaringan calon bupati, sebab pihaknya masih menunggu juklak dan juknis dari DPP PKB.

Senada dengan Ayub, Ketua Fraksi PKNU, M Jufriyadi tidak terlalu mengkhawatirkan munculnya calon independent. Dengan semakin banyaknya calon yang muncul, masyarakat tentu juga punya banyak pilihan. Jufriyadi yakin, masyarakat sudah bisa menilai, siapa calon bupati yang peduli dan memperhatikan masyarakat.

Jufriyadi berharap, khususnya kepada calon bupati yang akan bertarung pada pilkada mendatang, agar dapat memberikan pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat.

Pengamat Politik Universitas Jember, M Nur Hasan melihat, peluang calon independent pada pilkada mendatang masih sangat terbuka, apalagi dari sisi aturan sangat memungkinkan. Nur Hasan menambahkan, banyaknya calon independent yang muncul, menandakan bahwa kondisi Politik Di Kabupaten Jember cukup baik. Hanya saja, semua calon harus memenuhi aturan.

Jika dibandingkan dengan calon dari Partai Politik Lanjut Nur Hasan, dirinya memprediksikan calon independent masih kalah jauh. Itu lantaran, kemunculan calon independent pada pilkada mendatang, merupakan yang pertama kali. Kemunculan mereka hanya akan dijadikan teskis, apakah laku atau tidak.

(1.246 views)
Tag: