Diduga Terjadi Monopoli Dalam Pembagian Los, Pedagang Pasar Kencong Datangi Dewan

Merasa dipinggirkan, asosiasi pedagang pasar seluruh Indonesia atau APPSI komisariat Kencong Selasa siang mendatangi DPRD Jember. Mereka mendesak DPRD turun ke lapangan melihat proyek pembangunan pasar Kencong.

Sekretaris APPSI komisariat Kencong Didik Setiadi mengatakan, polemik yang terjadi di Kencong saat ini bukan lagi persoalan lokasi pembangunan pasar. Tetapi sudah beralih ke persoalan masuknya pedagang dari daerah lain. Sebenarnya menurut Didik, para pedagang asli pasar Kencong tidak keberatan, asal janji pemkab untuk untuk memberikan prioritas bagi pedagang asli diakomodir.

Tetapi kenyataannya setiap pedagang asli mencoba bertanya kepada petugas marketing, dikatakan bahwa los bagian yang strategis sudah terjual semua. Sehingga yang tersedia bagi pedagang asli Kencong hanya di tempat-tempat yang terjepit. Yang semakin membuat pedagang sakit hati, ternyata los yang di depan di beli oleh orang dekat investor dan PG Semboro. Beberapa diantaranya kerabat anggota DPRD Jember dan juga seorang pengusaha tebu dari Semboro.

Agus Widiyanto salah satu anggota komisi B DPRD Jember yang juga ketua fraksi Annur mengatakan, karena saat ini pembentukan komisi masih belum ditetapkan, maka komisi B baru bisa melangkah setelah penetapan kelengkapan dewan Kamis besok. Tetapi  Agus berjanji persoalan pasar Kencong akan menjadi progam prioritas pertama yang akan disikapi komisi B setelah penetapan,

Selain Agus pedagang pasar Kencong ini ditemui wakil ketua DPRD Jember Miftahul Ulum, dan beberapa ketua fraksi. Jawaban semua anggota dewan hampir semua sama, karena masih terkendala belum ditetapkannya kelengkapan DPRD Jember. Namun karena persoalan pasar Kencong ini menjadi urusan lintas komisi, sehari dua hari pasca penetapan kelengkapan dewan pimpinan DPRD akan memfasilitasi rapat gabungan untuk menindak lanjuti persoalan pasar Kencong.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejak terjadinya kebakaran pasar Kencong tahun 2005 lalu, pedagang pasar Kencong untuk sementara ditampung di pasar sementara. Sempat muncul penolakan dari pedagang ketika pemkab akan membangun kembali pasar Kencong di lokasi lahan milik PG Semboro, dan membangun taman kota di lokasi pasar yang lama. Bahkan tahun 2008 lalu DPRD Jember merekomendasikan kepada pemkab, pembangunan pasar Kencong dilakukan dilokasi yang lama. Tetapi ternyata pemkab bersikukuh membangun di lahan milik PG Semboro.

(698 views)
Tags: